Kejutan di Laga Perdana: Gol Bunuh Diri Miro Muheim Bikin Swiss Gigit Jari Lawan Qatar

Kejutan di Laga Perdana: Gol Bunuh Diri Miro Muheim Bikin Swiss Gigit Jari Lawan Qatar

Suara Pecari | Santa Clara – Pesta pembuka Swiss di Piala Dunia 2026 berubah menjadi mimpi buruk setelah gol bunuh diri Miro Muheim di menit akhir memaksa mereka hanya bermain imbang 1-1 melawan Qatar, Sabtu (13/6) waktu setempat. Pertandingan Grup B di Stadion Levi’s, Santa Clara, California, itu sejatinya dikuasai Swiss sejak awal. Breel Embolo membawa Swiss unggul lewat penalti pada menit ke-17 setelah kiper Qatar, Mahmoud Abunada, melanggar Remo Freuler di kotak terlarang. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan.

Swiss mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir yang buruk dan penampilan gemilang Abunada membuat mereka gagal menambah gol. Petaka datang pada menit ke-94 injury time ketika umpan silang Homam Ahmed disundul Boualem Khoukhi ke arah gawang, dan bola mengenai Miro Muheim yang berusaha menghalau, hingga akhirnya masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri Miro Muheim itu menjadi pukulan telak bagi Swiss yang sebelumnya diunggulkan meraih kemenangan.

Kapten Swiss, Granit Xhaka, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. “Jika tidak ada disiplin di lapangan, Anda tidak bisa mengalahkan Qatar sekalipun,” ujarnya sengit seusai laga. Xhaka menilai timnya terlalu cepat puas setelah unggul dan kehilangan ritme di babak kedua. “Kami harus turun ke bumi dan melihat realitas. Kami belum siap seperti yang kami bicarakan sebelum turnamen,” tambahnya. Kiper Gregor Kobel juga mengkritik mentalitas tim yang dinilai kurang lapar gol.

Kekalahan mental ini menjadi pelajaran berharga bagi Swiss, terutama bagi Miro Muheim yang harus menanggung beban sebagai aktor di balik gol bunuh diri tersebut. Bek kiri milik Hamburger SV itu sebenarnya tampil solid sepanjang laga, namun satu momen naas mengubah segalanya. Miro Muheim, yang sebelumnya bermain apik, kini harus menerima kenyataan pahit dalam debut Piala Dunianya. Meski demikian, rekan setimnya memberikan dukungan dan meyakini bahwa Miro Muheim akan bangkit.

Di sisi lain, Qatar merayakan sejarah pertamanya meraih poin di Piala Dunia. Pelatih Julen Lopetegui memuji semangat juang anak asuhnya yang tidak pernah menyerah. “Kami tahu Swiss sangat kuat, tetapi kami terus percaya. Gol di menit akhir adalah hadiah atas kerja keras kami,” katanya. Dengan hasil ini, seluruh tim di Grup B mengoleksi satu poin setelah laga Bosnia vs Kanada juga berakhir imbang 1-1.

Swiss kini harus segera melupakan kekecewaan dan bersiap menghadapi Bosnia-Herzegovina pada Kamis mendatang. Xhaka menegaskan timnya wajib menang jika ingin menjaga asa lolos ke fase gugur. “Hasil ini seharusnya menjadi tamparan keras. Kami harus menunjukkan karakter sebenarnya,” pungkas Xhaka. Sementara itu, Miro Muheim dan rekan-rekannya akan berusaha memperbaiki penyelesaian akhir dan disiplin taktik agar tidak kembali dikejutkan oleh lawan yang dianggap lebih lemah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan