Nathan Ake Jadi Sorotan, Belanda Gugur dari Piala Dunia 2026: Kritik Pedas Rafael van der Vaart

Nathan Ake Jadi Sorotan, Belanda Gugur dari Piala Dunia 2026: Kritik Pedas Rafael van der Vaart

Suara Pecari | Timnas Belanda (Oranje) tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Maroko melalui adu penalti di babak 16 besar. Nathan Ake, bek andalan yang diturunkan sebagai pemain inti oleh pelatih Ronald Koeman, menjadi sorotan usai pertandingan yang penuh kontroversi. Strategi perubahan formasi 5-2-3 yang diambil Koeman menuai kritik tajam dari mantan pemain elite, Rafael van der Vaart.

Belanda, yang sebelumnya tampil gemilang di grup dengan 10 gol dari tiga pertandingan, tampil jauh di bawah ekspektasi saat menghadapi Maroko. Nathan Ake, yang menggantikan Tijjani Reijnders di lini belakang, dikritik karena kesulitan mengimbangi pergerakan cepat pemain Maroko. Meski mencatatkan 10 penguasaan bola dan 82% passing accuracy, performa Nathan Ake dianggap tidak mencerminkan level terbaiknya.

Koeman mempertahankan formasi defensif yang memprioritaskan ketahanan, dengan lini belakang terdiri dari Nathan Ake, Virgil van Dijk, dan Micky van de Ven. Namun, penyerangan yang minim akibat kekurangan gelandang ofensif membuat Belanda kesulitan menghasilkan ancaman. Frenkie de Jong, yang turun sebagai playmaker, dianggap gagal memainkan perannya karena sistem yang membatasi pergerakannya.

Rafael van der Vaart, eks bintang Belanda, menyebut strategi Koeman “cukup ceroboh”. “Nathan Ake memainkan peran yang seharusnya ditempati pemain bertahan, tapi lini tengah Maroko jauh lebih dominan. Frenkie de Jong tidak diberi ruang untuk bermain, sementara Nathan Ake kehilangan fokus,” ujarnya. Kritik serupa juga ditujukan ke Cody Gakpo, yang hanya menyentuh bola 12 kali di laga krusial tersebut.

Dalam adu penalti, Belanda kembali gagal memanfaatkan kesempatan. Justin Kluivert dan Quinten Timber melewatkan tembakan, sementara Crysencio Summerville gagal mengeksekusi. Ismael Saibari menjadi pahlawan Maroko setelah mencetak penalti kemenangan. Koeman mengakui keputusannya untuk bermain defensif karena ingin mengurangi kebocoran dari tiga pertandingan sebelumnya, tapi hasilnya justru membuka keraguan terhadap masa depannya sebagai pelatih.

Performa Nathan Ake, yang sebelumnya dianggap sebagai pengganti Virgil van Dijk, kembali menjadi bahan diskusi. Meski sukses di Liga Premier Inggris bersama Manchester City, penampilannya di Piala Dunia 2026 belum mencerminkan konsistensi. Kekalahan ini menandai kali keenam Belanda gugur di babak 16 besar sepanjang sejarah turnamen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan