Antonee Robinson Jadi Pahlawan di Lini Belakang, AS Kalahkan Bosnia 2-0

Antonee Robinson Jadi Pahlawan di Lini Belakang, AS Kalahkan Bosnia 2-0

Suara Pecari | SANTA CLARA – Tim nasional Amerika Serikat (USMNT) akhirnya memutus puasa kemenangan di babak gugur Piala Dunia setelah menaklukkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Levi’s Stadium, Rabu (1/7) malam waktu setempat. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi AS di fase gugur sejak tahun 2002, dan salah satu pahlawan di balik keberhasilan itu adalah bek kiri andalan, Antonee Robinson.

Sejak awal pertandingan, Robinson yang bermain sebagai bek sayap kiri dalam formasi 3-4-2-1 milik pelatih Mauricio Pochettino, menunjukkan performa solid di sisi pertahanan sekaligus menjadi motor serangan dari sayap kiri. Umpan-umpan silangnya beberapa kali merepotkan lini pertahanan Bosnia yang dikawal oleh Nikola Vasilj. Kolaborasi Antonee Robinson dengan Christian Pulisic di sisi kiri menjadi senjata utama AS sepanjang babak pertama.

Gol pertama AS tercipta pada menit ke-45 setelah tekanan bertubi-tubi. Berawal dari umpan panjang kiper Bosnia yang berhasil direbut AS, Malik Tillman memberikan umpan terobosan yang mengenai pemain Bosnia dan jatuh ke kaki Folarin Balogun. Striker asal Arsenal itu dengan tenang memutar badan dan melepaskan tembakan yang menembus celah kaki Vasilj. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk tuan rumah.

Namun, babak kedua berubah dramatis. Pada menit ke-64, Balogun yang sebelumnya menjadi bintang lapangan harus menerima kartu merah setelah wasit meninjau VAR. Insiden terjadi saat Antonee Robinson mengirim bola ke sisi kiri lapangan. Balogun berusaha merebut bola dan tanpa sengaja menginjak pergelangan kaki pemain Bosnia, Tarik Muharemovic. Wasit yang awalnya hanya memberikan kartu kuning, kemudian mengubah keputusannya menjadi kartu merah setelah meninjau tayangan ulang.

Bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 30 menit, AS dipaksa bertahan mati-matian. Di sinilah peran Antonee Robinson kembali krusial. Bersama Tyler Adams dan Tim Ream, ia menjadi tembok yang sulit ditembus oleh serangan Bosnia yang dipimpin Edin Dzeko. Meskipun Bosnia mendominasi penguasaan bola, penyelesaian akhir mereka masih kurang beruntung.

Puncak perlawanan AS terjadi pada menit ke-82. Saat AS mendapatkan tendangan bebas di sisi kanan pertahanan Bosnia, Malik Tillman yang menjadi eksekutor melepaskan tembakan melengkung yang tidak mampu dijangkau Vasilj. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-0 untuk AS dan mengirim mereka ke babak 16 besar untuk menghadapi Belgia.

Kendati harus kehilangan Balogun yang terkena skorsing kartu merah, semangat juang AS patut diacungi jempol. Antonee Robinson, yang bermain penuh selama 90 menit, menjadi salah satu pemain paling konsisten. Ia tidak hanya disiplin dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan. Statistik mencatat Robinson melakukan tiga tekel sukses, dua intersepsi, dan melepaskan empat umpan silang yang membahayakan.

Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi USMNT. Ini adalah pertama kalinya mereka memenangkan tiga pertandingan dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, AS sukses mengalahkan Paraguay (4-1) dan Australia (2-0) di fase grup, meski sempat kalah 3-2 dari Turki di laga terakhir. Pelatih Pochettino memuji mentalitas anak asuhnya yang tidak menyerah meski bermain dengan 10 orang.

Di sisi lain, Bosnia harus pulang lebih awal setelah hanya lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik. Mereka sempat memberikan perlawanan sengit, terutama setelah AS kehilangan satu pemain, tetapi gagal memanfaatkan peluang emas. Penampilan gemilang kiper Matt Freese yang melakukan beberapa penyelamatan penting juga menjadi faktor kunci kemenangan AS.

Dengan hasil ini, AS akan menghadapi Belgia pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/7). Absennya Balogun tentu menjadi pukulan berat, namun kepercayaan diri tim sedang berada di titik tertinggi. Apalagi dengan dukungan penuh dari publik tuan rumah yang memadati Levi’s Stadium dan berbagai tempat nobar di seluruh Amerika Serikat.

Pertandingan melawan Belgia diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketangguhan pertahanan AS. Namun, dengan pemain seperti Antonee Robinson yang tampil konsisten di lini belakang, peluang untuk melaju lebih jauh tetap terbuka lebar. Kemenangan bersejarah ini membuktikan bahwa USMNT bukan sekadar peserta, melainkan pesaing serius di Piala Dunia 2026.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan