Pemprov Dorong Pembinaan Atlet, FHI Banten Dituntut Dongkrak Prestasi Hoki

Pemprov Dorong Pembinaan Atlet, FHI Banten Dituntut Dongkrak Prestasi Hoki

Suara Pecari, Gubernur Banten, Andra Soni, secara resmi melantik pengurus Federasi Hoki Indonesia (FHI) Provinsi Banten periode 2026-2030 di Le Dian Hotel, Jumat (3/7/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peningkatan prestasi hoki Banten tidak bisa hanya bergantung pada target besar, melainkan harus dibarengi dengan sistem pembinaan yang serius, terukur, dan berkelanjutan. Prestasi perak pada nomor indoor putra di PON Aceh-Sumut 2024 menjadi modal, namun target berikutnya jauh lebih tinggi: merebut emas di PON 2028 di NTB-NTT.

Pekerjaan Rumah FHI Banten

Gubernur Andra Soni mengidentifikasi tiga pekerjaan rumah utama yang harus segera dituntaskan oleh pengurus baru FHI Banten:

  • Memperkuat organisasi – Struktur kepengurusan yang solid dan profesional menjadi fondasi utama pembinaan.
  • Memperluas pembinaan di sekolah-sekolah – Menjaring bibit atlet usia dini melalui program ekstrakurikuler dan kompetisi pelajar.
  • Memperbanyak kompetisi – Frekuensi pertandingan yang minim menjadi hambatan utama. Laga persahabatan, try out, turnamen, hingga kompetisi resmi harus digalakkan.

Jam Terbang dan Mental Atlet

Menurut Andra, jam terbang atlet sangat menentukan kematangan teknis dan mental. Semakin sering bertanding, semakin terasah kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan. Ia mencontohkan bahwa atlet hoki Banten perlu sering dihadapkan pada lawan-lawan kuat agar mental juara terbentuk. Hal ini sejalan dengan program FHI Pusat yang mendorong kompetisi berjenjang di daerah.

Persiapan Menuju PON 2028 dan 2032

Banten tidak hanya mengejar prestasi di PON 2028, tetapi juga bersiap menjadi tuan rumah PON 2032 bersama Lampung. Salah satu fokus utama adalah pembangunan fasilitas olahraga, termasuk sarana hoki di kawasan Sport Center Banten. Ketua Umum Pengurus Pusat FHI, Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, menegaskan bahwa kepengurusan baru FHI Banten memikul tanggung jawab besar. Agenda besar sudah menanti: Kejuaraan Nasional pada Agustus 2026, persiapan menuju PON 2028, dan pembinaan atlet usia dini melalui kompetisi konsisten.

Program Strategis FHI Banten

Ketua Umum FHI Banten yang baru dilantik, M Ali Hanafiah, memaparkan sejumlah program strategis yang langsung disiapkan:

ProgramTargetWaktu
Kejuaraan Nasional HokiMenyelenggarakan dan berpartisipasi21-31 Agustus 2026
Piala Gubernur tingkat pelajarMenjaring bibit atlet muda2026
Persiapan Pekan Olahraga Provinsi Banten 2026Mengukur kemampuan atlet daerah2026
Kaderisasi atlet, pelatih, wasitMemperkuat ekosistem hokiBerkelanjutan

Target Juara di PON 2028

Ali Hanafiah menegaskan bahwa target FHI Banten tidak sekadar berpartisipasi di PON, melainkan bersaing di papan atas. “Kami menargetkan pada PON nanti hoki Banten mampu menjadi juara. Itu butuh kerja keras, pembinaan yang serius, dan kompetisi yang berkelanjutan,” ujarnya. Optimisme ini didasari oleh capaian perak sebelumnya dan potensi atlet muda yang mulai bermunculan.

Dampak dan Implikasi

Pembinaan hoki yang masif di Banten diharapkan tidak hanya berdampak pada prestasi olahraga, tetapi juga pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Kejuaraan nasional dan internasional yang digelar di Banten akan menarik wisatawan dan pelaku usaha. Selain itu, pembangunan Sport Center Banten akan menjadi ikon baru sekaligus pusat pelatihan atlet nasional. Bagi masyarakat, semakin banyaknya kompetisi hoki akan meningkatkan minat dan partisipasi generasi muda terhadap olahraga ini.

Kini tantangan FHI Banten bukan lagi sekadar target di atas kertas, tetapi bagaimana memastikan pembinaan benar-benar berjalan dan mampu melahirkan atlet berprestasi. Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, federasi, dan stakeholder olahraga, bukan tidak mungkin Banten akan menjadi kekuatan baru hoki Indonesia dalam waktu dekat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *