Larangan Suporter Away Berpeluang Dihapus, I.League dan Klub Super League Dibebani Tanggung Jawab

Larangan Suporter Away Berpeluang Dihapus, I.League dan Klub Super League Dibebani Tanggung Jawab

Pelonggaran Aturan Suporter Away: Langkah Baru Sepak Bola Indonesia

Suara Pecari, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa larangan suporter away atau suporter yang mendampingi tim saat bertanding di kandang lawan berpeluang dihapus. Pernyataan ini disampaikan setelah PSSI menerima presentasi dari operator liga, I.League, yang mengusulkan kelenturan aturan tersebut. Namun, pelonggaran ini tidak serta-merta berlaku tanpa syarat. I.League dan klub-klub yang tergabung dalam Super League Indonesia dibebani tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama pertandingan.

“Liga kemarin sudah presentasi ke kami ke PSSI, bahwa ada nanti kelenturan mengenai supporter away. Tetapi ada catatan. Tentu klub harus bertanggung jawab secara menyeluruh. Karena tidak mudah melobi FIFA,” kata Erick di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

Latar Belakang Larangan Suporter Away

Larangan suporter away diberlakukan setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, yang menewaskan sekitar 135 orang. Tragedi tersebut menjadi titik balik bagi sepak bola Indonesia, memicu evaluasi besar-besaran terhadap sistem keamanan stadion dan pengelolaan suporter. FIFA memberikan catatan ketat kepada PSSI, termasuk larangan suporter away sebagai salah satu syarat untuk memperbaiki citra sepak bola Indonesia di mata internasional.

Erick Thohir menegaskan bahwa FIFA memberikan izin bersyarat. “Apabila ada pelanggaran soal suporter lagi, izin ini bisa dicabut kembali,” ujarnya. Artinya, setiap insiden yang melibatkan suporter dapat berakibat fatal bagi kelangsungan kompetisi.

Tanggung Jawab I.League dan Klub Super League

Dalam skema baru, I.League sebagai operator liga dan klub-klub Super League Indonesia dibebani tanggung jawab penuh. Mereka harus menyusun protokol keamanan yang ketat, termasuk pengaturan tiket, pengawalan suporter, dan koordinasi dengan aparat keamanan. Klub juga wajib menyediakan fasilitas yang memadai bagi suporter tandang, seperti sektor khusus yang terpisah dari suporter tuan rumah.

AspekTanggung Jawab Klub
KeamananMenyediakan petugas keamanan internal dan berkoordinasi dengan polisi.
TiketMengatur penjualan tiket khusus suporter away dengan data diri lengkap.
TransportasiMemfasilitasi transportasi aman dari stasiun/bandara ke stadion.
EdukasiMemberikan edukasi anti-kekerasan kepada suporter sebelum pertandingan.

Erick Thohir menekankan bahwa keselamatan suporter adalah prioritas utama. “Kita harus pastikan semua suporter bisa pulang ke rumah dengan selamat. Dan sangat sedih kalau kita lihat kasus kekerasan itu di Indonesia makin tinggi hari ini,” katanya.

Kronologi Menuju Pelonggaran Aturan

  • 1 Oktober 2022: Tragedi Kanjuruhan terjadi, menewaskan 135 orang. PSSI langsung memberlakukan larangan suporter away.
  • 2023-2025: PSSI dan FIFA bekerja sama meningkatkan standar keamanan stadion. Beberapa stadion direnovasi dan sistem pengamanan diperketat.
  • 2026: I.League mengajukan proposal pelonggaran suporter away kepada PSSI. Setelah evaluasi, PSSI menyetujui dengan syarat tanggung jawab penuh pada klub.

Dampak dan Implikasi

Penghapusan larangan suporter away diprediksi akan meningkatkan atmosfer pertandingan dan pendapatan klub dari sektor tiket. Namun, risiko keamanan tetap mengintai. Jika terjadi insiden, sanksi FIFA bisa sangat berat, termasuk pembekuan kompetisi. Oleh karena itu, klub harus benar-benar siap secara infrastruktur dan SDM.

Di sisi lain, keputusan ini juga berdampak pada hubungan suporter dengan klub. Suporter yang selama ini merasa dibatasi kini memiliki kesempatan untuk kembali mendukung timnya secara langsung. Namun, mereka juga harus mematuhi aturan baru yang lebih ketat.

Penutup

Langkah PSSI membuka kembali pintu bagi suporter away merupakan angin segar bagi sepak bola Indonesia. Namun, di balik optimisme, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul oleh I.League dan klub-klub Super League. Keselamatan suporter harus tetap menjadi yang utama, dan setiap pelanggaran akan berakibat fatal. Semoga dengan persiapan matang, momen ini bisa menjadi awal baru bagi sepak bola Indonesia yang lebih aman dan berwibawa.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *