Novak Djokovic Tersingkir, Jannik Sinner dan Alexander Zverev Bersaing di Final Wimbledon 2026
Suara Pecari, Novak Djokovic harus mengakui keunggulan Jannik Sinner di semifinal Wimbledon 2026. Petenis Serbia berusia 39 tahun itu kalah straight set 6-4, 6-4, 6-4 dari unggulan pertama asal Italia. Kekalahan ini menandai berakhirnya perjuangan Novak Djokovic di All England Club tahun ini, sekaligus membuka jalan bagi Sinner untuk melaju ke final.
Pertandingan yang berlangsung Jumat (10/7/2026) itu memperlihatkan dominasi Sinner yang luar biasa. Ia mencatatkan 40 winner dan hanya melakukan sedikit kesalahan sendiri. Novak Djokovic, yang sebelumnya tampil perkasa, tak mampu menemukan ritme terbaiknya. Usai pertandingan, Djokovic mengakui bahwa dirinya sudah berusaha maksimal, namun Sinner bermain terlalu baik.
Meski kalah, Novak Djokovic tetap menjadi sorotan berkat metode pemulihan uniknya. Ia terlihat menggunakan ear seeding, praktik pengobatan tradisional Tiongkok yang menempatkan biji-bijian kecil di titik akupresur telinga. Metode ini dipercaya dapat mengurangi kelelahan, meningkatkan fokus, dan menyeimbangkan energi tubuh. Djokovic dikenal sebagai penggemar berat terapi alternatif; sebelumnya ia juga pernah menggunakan Taopatch, alat nanoteknologi yang menggabungkan akupresur dan terapi cahaya.
Komentator BBC, Andre Agassi, sempat melontarkan candaan tentang ear seeding yang dilakukan Novak Djokovic. Ia bercanda bahwa Djokovic mungkin memiliki investasi di perusahaan yang memproduksi alat tersebut. Agassi kemudian meminta maaf jika komentarnya dianggap tidak pantas. Meski demikian, praktik ear seeding memang menjadi bagian dari filosofi kesehatan Djokovic yang mencakup pola makan bebas gluten dan susu, yoga, pernapasan, serta mandi es.
Di sisi lain, penampilan Novak Djokovic yang masih kompetitif di usia 39 tahun menuai pujian. Banyak yang mengaitkan ketahanan fisiknya dengan metode latihan yang berfokus pada kekuatan fungsional, bukan massa otot berlebih. Seperti halnya atlet top lainnya, Djokovic lebih mengutamakan kecepatan, kelincahan, dan daya tahan dibandingkan ukuran otot yang besar.
Kini, perhatian beralih ke final yang mempertemukan Jannik Sinner melawan Alexander Zverev. Keduanya akan bertanding untuk memperebutkan gelar juara Wimbledon 2026 pada Minggu (12/7/2026). Sinner, yang belum pernah kalah dari Zverev di pertemuan sebelumnya, diunggulkan. Namun Zverev, yang sukses menyingkirkan petenis Inggris Arthur Fery di semifinal, memiliki modal kepercayaan diri tinggi.
Final ini menjadi puncak dari turnamen yang penuh kejutan. Di sektor putri, Linda Noskova yang berusia 21 tahun berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Karolina Muchova. Noskova, yang sebelumnya tersingkir di babak pertama Prancis Terbuka, menunjukkan kebangkitan luar biasa.
Dengan absennya Carlos Alcaraz karena cedera, Sinner semakin kokoh sebagai penguasa tunggal putra. Kemenangan atas Novak Djokovic di semifinal menjadi bukti bahwa ia siap meneruskan dominasi. Publik menanti apakah Zverev mampu memberikan perlawanan sengit atau Sinner akan semakin memperkuat posisinya sebagai petenis nomor satu dunia.
Pertandingan final dijadwalkan mulai pukul 20.30 WIB dan dapat disaksikan melalui siaran langsung berbagai stasiun televisi serta platform streaming. Wimbledon 2026 akan menutup rangkaiannya dengan laga yang dijamin menarik antara dua generasi penerus tenis dunia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










