George Russell Alami Mimpi Buruk di GP Belgia, Baterai Jadi Biang Kerok

George Russell Alami Mimpi Buruk di GP Belgia, Baterai Jadi Biang Kerok

Suara Pecari, George Russell kembali mengalami akhir pekan yang mengecewakan di Formula 1 2026. Pebalap Mercedes itu harus rela tersingkir di lap pertama Grand Prix Belgia setelah terlibat insiden dengan Lewis Hamilton. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah masalah baterai yang dialaminya sebelum balapan dimulai.

Rekaman radio tim yang tidak ditayangkan di televisi mengungkapkan momen krusial saat kru Mercedes memberitahu Russell bahwa mereka “senang dengan level SOC” sesaat sebelum start. SOC atau State of Charge adalah indikator tingkat pengisian baterai mobil hybrid. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Russell mengeluh tidak memiliki daya baterai sama sekali di lintasan lurus, yang menyebabkan ia kehilangan posisi dari Hamilton dan Charles Leclerc di Kemmel Straight.

Insiden tersebut memicu frustrasi besar bagi George Russell. Pebalap asal Inggris itu bahkan terdengar berteriak di radio tim setelah kecelakaan, menanyakan apa yang terjadi dengan baterainya. Ini menjadi pukulan telak bagi gelar juara dunianya. Dengan hasil ini, Russell kini tertinggal 50 poin dari rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang berhasil memenangkan balapan.

Kimi Antonelli tampil dominan di Spa-Francorchamps. Ia meraih kemenangan keenamnya musim ini dan memperlebar jarak di klasemen menjadi 45 poin atas Hamilton dan 50 poin atas Russell. Antonelli start dari posisi terdepan dan mampu mengelola balapan dengan sempurna, finis 1,9 detik di depan Leclerc. Max Verstappen harus puas di posisi ketiga.

Bagi George Russell, ini bukan pertama kalinya ia mengalami masalah teknis. Sebelumnya, ia juga kerap dirugikan oleh safety car yang tidak tepat waktu dan kurangnya kepercayaan diri. Namun, masalah baterai di GP Belgia menjadi titik puncak. Russell mengaku “mati rasa terhadap kekecewaan” dan mulai kehilangan harapan dalam perebutan gelar.

Martin Brundle, analis F1, menilai bahwa masalah baterai ini bukan hanya dialami Russell, tetapi juga menjadi isu umum di beberapa sirkuit cepat seperti Silverstone dan Spa. Ia menekankan perlunya perubahan filosofi power unit segera, karena banyak pebalap mengeluhkan kurangnya daya baterai di trek berkecepatan tinggi.

Meski demikian, Russell masih memiliki peluang untuk bangkit. Musim ini masih panjang, dan ia harus segera menemukan solusi bersama tim Mercedes. Namun, dengan selisih 50 poin dari Antonelli, tekanan semakin besar. Akankah George Russell mampu membalikkan keadaan? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Kesimpulannya, Grand Prix Belgia menjadi titik balik yang buruk bagi George Russell. Masalah baterai yang terungkap dari rekaman radio tim menjadi bukti bahwa faktor teknis ikut menghancurkan balapannya. Sementara itu, Kimi Antonelli semakin kokoh di puncak klasemen, meninggalkan rekan setimnya dalam situasi yang sulit.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *