Fenerbahce Kehilangan Mikael Jantunen ke Real Madrid, Tapi Sambut Mason Greenwood dengan Meriah
Suara Pecari, Fenerbahce, raksasa basket dan sepak bola Turki, menjadi pusat perhatian dalam beberapa pekan terakhir. Di satu sisi, klub basket Fenerbahce kehilangan pemain kunci Mikael Jantunen yang resmi bergabung dengan Real Madrid. Di sisi lain, klub sepak bola Fenerbahce mendapat sambutan luar biasa untuk rekrutan barunya, Mason Greenwood. Dua peristiwa ini menunjukkan dinamika yang terjadi di Fenerbahce, klub yang terus berupaya bersaing di level tertinggi Eropa.
Mikael Jantunen, pemain internasional Finlandia berusia 26 tahun, telah resmi menandatangani kontrak dua tahun dengan Real Madrid hingga akhir musim 2027-2028. Kepindahan ini mengkonfirmasi laporan sebelumnya bahwa ia adalah target utama Los Blancos untuk memperkuat posisi power forward. Jantunen meninggalkan Fenerbahce setelah satu musim di bawah asuhan Sarunas Jasikevicius, di mana ia mencatat rata-rata 6,4 poin dan 4,0 rebound dalam 36 penampilan EuroLeague. Selama di Fenerbahce, ia membantu tim meraih gelar liga domestik, Piala Turki, dan Piala Super. Sebelum bergabung dengan Fenerbahce, Jantunen juga sukses memenangkan EuroCup 2023-2024 bersama Paris Basketball dan gelar domestik di Belgia, Prancis, dan Turki. Kepergian Jantunen menjadi pukulan bagi Fenerbahce yang tengah membangun kembali skuadnya.
Sementara itu, di cabang sepak bola, Fenerbahce baru saja mendatangkan Mason Greenwood dari Olympique Marseille dengan biaya transfer 40 juta euro. Greenwood, yang sebelumnya bermain untuk Manchester United, tampil perdana di Stadion Sukru Saracoglu pada laga kualifikasi kedua Liga Champions melawan Gornik Zabrze. Meski hanya bermain selama 8 menit setelah dimasukkan pada menit ke-82, ia mendapat sambutan luar biasa dari para suporter. Setelah pertandingan yang dimenangkan Fenerbahce 1-0 berkat gol Talisca, Greenwood tampak terkejut dengan sorakan meriah yang diberikan kepadanya. Rekan setimnya bahkan mengajarinya cara bersorak ala suporter Fenerbahce, yang kemudian ia praktikkan bersama para fans. Momen ini menunjukkan betapa besarnya harapan yang disematkan kepada Greenwood di Fenerbahce.
Tak hanya Greenwood, Fenerbahce juga sempat menjadi destinasi pinjaman bagi Jhon Duran, striker asal Kolombia yang sebelumnya dijual Aston Villa ke Al-Nassr. Duran dipinjamkan ke Fenerbahce sebelum akhirnya pindah ke Zenit Saint Petersburg dan kini ke Benfica. Keputusan Unai Emery menjual Duran sempat menuai kritik, namun menurut Gabby Agbonlahor, langkah tersebut terbukti tepat. Duran sendiri mengaku bahagia bisa bergabung dengan Benfica, klub yang ia sebut sebagai yang terbesar di Portugal.
Kesimpulannya, Fenerbahce tengah mengalami masa transisi di berbagai lini. Kehilangan pemain kunci seperti Jantunen tentu menjadi tantangan, namun kedatangan Greenwood dan potensi pemain lain menunjukkan ambisi Fenerbahce untuk tetap kompetitif. Dengan dukungan suporter yang luar biasa, Fenerbahce optimis menghadapi musim depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










