Zlatko Dalic Mundur: Pelatih Tersukses Kroasia Tinggalkan Warisan Bersejarah
Pengunduran Diri yang Mengguncang Dunia Sepak Bola
Suara Pecari, Zlatko Dalic, pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Kroasia, secara resmi mengundurkan diri pada 28 Juli 2026, mengakhiri era hampir sembilan tahun yang dipenuhi prestasi gemilang. Keputusan ini diumumkan setelah Kroasia gagal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, menyusul kekalahan 1-2 dari Portugal di laga penentu. Dalam pernyataannya, Dalic menegaskan bahwa ia masih memiliki ambisi besar, namun merasa waktu yang tepat untuk mengakhiri babak penting ini telah tiba. “Saya masih memiliki ambisi dan keinginan untuk meraih kesuksesan baru bersama Kroasia, tetapi saya merasa ini saat yang tepat untuk mengakhiri era luar biasa ini,” ujarnya seperti dikutip dari AFP.
Prestasi Monumental di Bawah Kepemimpinan Dalic
Selama menjabat sejak Oktober 2017, Dalic berhasil membawa Kroasia mencapai level yang sebelumnya hanya mimpi. Puncaknya adalah final Piala Dunia 2018 di Rusia, di mana mereka takluk 2-4 dari Prancis. Namun, perjalanan itu sendiri telah mengukir sejarah sebagai pencapaian terbaik Kroasia di Piala Dunia. Empat tahun kemudian, di Qatar, Dalic kembali memimpin Vatreni ke semifinal, hanya kalah dari Argentina. Selain itu, Kroasia juga lolos ke babak 16 besar Euro 2020. Untuk merangkum pencapaiannya, berikut tabel prestasi utama di bawah Dalic:
| Tahun | Kompetisi | Pencapaian |
|---|---|---|
| 2018 | Piala Dunia Rusia | Runner-up (Final) |
| 2020 | Euro 2020 | Babak 16 Besar |
| 2022 | Piala Dunia Qatar | Semifinal (Peringkat 3) |
| 2026 | Piala Dunia 2026 | Gagal di Fase Grup |
Perjalanan Karier Sebelum Menangani Kroasia
Sebelum sukses bersama tim nasional, Dalic membangun reputasinya di Timur Tengah. Ia pernah menangani klub-klub besar Arab Saudi seperti Al-Faisaly dan Al-Hilal. Namun, puncak karier klubnya terjadi bersama Al Ain di Uni Emirat Arab. Di sana, ia dua kali dinobatkan sebagai pelatih terbaik dan mengantar klub tersebut melaju ke final Liga Champions Asia 2016. Pengalaman ini membentuk gaya kepelatihannya yang pragmatis dan disiplin, yang kemudian ia bawa ke timnas Kroasia.
Dampak Keputusan Mundur terhadap Sepak Bola Kroasia
Pengunduran diri Dalic meninggalkan lubang besar di hati para penggemar dan pemain. Ketua Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS), Marijan Kustic, memberikan penghormatan tinggi: “Nama Zlatko akan selamanya terukir dengan huruf emas dalam sejarah sepak bola Kroasia.” Kehilangan ini tidak hanya emosional, tetapi juga taktis. Generasi emas Kroasia—dengan Luka Modric, Ivan Rakitic, dan Mario Mandzukic—telah menginjak usia lanjut, dan regenerasi pemain masih berlangsung. Tanpa Dalic, Kroasia harus membangun kembali identitas permainan mereka. Dampak langsung terlihat pada peluang lolos ke turnamen besar: Kroasia tidak akan mendapat keuntungan dari reputasi Dalic dalam memotivasi tim di laga-laga krusial.
Kandidat Pengganti: Slaven Bilic dan Sosok Lain
Spekulasi mengenai pengganti Dalic sudah mulai berhembus. Sejumlah media lokal menyebut Slaven Bilic, mantan pelatih dan kapten Kroasia, sebagai kandidat terdepan. Bilic, yang kini berusia 57 tahun, memiliki pengalaman melatih klub-klub Eropa seperti West Ham United, serta terakhir menangani Al-Fateh di Arab Saudi pada musim 2023-2024. Jika terpilih, Bilic diharapkan dapat meneruskan estafet kepelatihan yang solid. Selain Bilic, nama-nama seperti Igor Stimac dan Niko Kovac juga masuk dalam bursa calon. Berikut daftar pelatih yang mengundurkan diri atau dipecat di Piala Dunia 2026, menunjukkan tren rotasi kepelatihan global:
Pelatih yang Mengundurkan Diri atau Dipecat di Piala Dunia 2026
- Mengundurkan Diri: Zlatko Dalic (Kroasia), Hong Myung-bo (Korsel), Ronaldo Koeman (Belanda), Steve Clarke (Skotlandia), Julian Nagelsmann (Jerman), Sebastian Beccacece (Ekuador), Marcelo Bielsa (Uruguay), Miroslav Koubek (Ceko), Herve Renard (Tunisia).
- Dipecat: Sabri Lamouchi (Tunisia).
Kronologi Pengunduran Diri Dalic
Berikut adalah kronologi peristiwa penting yang mengarah pada pengunduran diri Dalic:
- Oktober 2017: Dalic ditunjuk sebagai pelatih timnas Kroasia menggantikan Ante Cacic.
- Juli 2018: Kroasia mencapai final Piala Dunia 2018, kalah dari Prancis.
- Desember 2022: Kroasia meraih peringkat ketiga setelah kalah dari Argentina di semifinal.
- Juli 2026: Kroasia gagal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Portugal. Dalic mengumumkan pengunduran diri pada 28 Juli.
Analisis: Warisan yang Tak Terhapuskan
Warisan Dalic tidak hanya diukur dari trofi atau medali. Ia berhasil menyatukan tim di tengah perbedaan generasi dan memberikan identitas permainan yang tangguh. Vatreni dikenal sebagai tim yang tidak pernah menyerah, sebuah filosofi yang tertanam oleh Dalic. Tanpa dia, Kroasia mungkin akan kehilangan ‘jiwa’ itu. Namun, sepak bola adalah siklus: pelatih datang dan pergi. Kini, HNS harus mengambil keputusan bijak. Melihat pengalaman Bilic dan kandidat lain, Kroasia masih memiliki peluang untuk tetap kompetitif di level tertinggi. Satu hal pasti: nama Zlatko Dalic akan dikenang sebagai arsitek kebangkitan sepak bola Kroasia.
Di tengah hiruk-pikuk pergantian pelatih di berbagai negara—dari Jerman hingga Uruguay—Kroasia menghadapi tantangan baru. Generasi emas mungkin akan segera pensiun, tetapi semangat yang ditanamkan Dalic akan terus hidup. Seperti kata pepatah, seorang pahlawan tidak mati, ia hanya berganti wujud. Untuk Kroasia, Zlatko Dalic adalah pahlawan tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










