FC Copenhagen Luncurkan Jersey Tandang Bersejarah dengan Logo Trefoil, Hommage untuk Suporter Setia

Suara Pecari, FC Copenhagen resmi memperkenalkan jersey tandang terbaru mereka untuk musim 2026-27, sebuah karya yang memadukan gaya tribune dan warisan sepak bola. Dalam kolaborasi monumental dengan adidas, raksasa Denmark ini menghadirkan estetika retro yang secara langsung memberikan penghormatan kepada para suporter setia yang selalu setia mendukung tim, baik di kandang maupun di laga tandang.

Jersey baru ini bukan sekadar perubahan tampilan bagi klub Superliga Denmark; ini adalah mahakarya heritage pertama adidas Originals yang akan dikenakan dalam kompetisi resmi oleh FC Copenhagen. Untuk pertama kalinya, logo ikonik Trefoil menghiasi jersey pertandingan resmi klub, menempatkan FC Copenhagen di jajaran elit klub-klub global yang mendapatkan hak istimewa menggunakan branding warisan tersebut. Desainnya terinspirasi langsung dari kultur tribune di Stadion Parken, dengan perpaduan warna khas putih, biru, dan hitam, serta kerah bergaya retro yang elegan.

Direktur Pemasaran FC Copenhagen, Mads Fjordside Jefsen, menekankan pentingnya peran suporter dalam identitas klub. “Baik di Parken maupun saat bertandang, suporter menciptakan atmosfer, rasa memiliki, dan gairah bersama yang menyatukan semua orang yang terhubung dengan FC Copenhagen. Inspirasi peluncuran ini berakar pada pengalaman ‘away day’, sebuah subkultur yang hidup dalam perjalanan antar kota dan negara,” ujarnya. Kampanye peluncuran jersey ini merefleksikan semangat nomaden melalui visual berkualitas tinggi dan cerita yang menyentuh, menggambarkan perjalanan suporter dari jalanan kota, stasiun kereta, hingga ke luar negeri dan kembali pulang.

Henrik Hallberg, Direktur PR dan Komunikasi Merek adidas Nordics, menjelaskan bahwa setiap detail jersey dirancang untuk mencerminkan tradisi, gairah, dan rasa kebersamaan yang mendefinisikan away day FC Copenhagen. “Trefoil melengkapi cerita ini, menghubungkan warisan sepak bola dengan kultur yang mengelilingi klub saat ini,” tambahnya. Kampanye ini juga dibintangi legenda klub Dame N’Doye, yang namanya identik dengan masa-masa kejayaan FC Copenhagen, serta dipotret oleh fotografer fesyen internasional Rasmus Weng Karlsen.

Kutipan Harald Nielsen, salah satu pendiri modern FC Copenhagen, menjadi tulang punggung narasi jersey ini: “Tanpa kalian, tidak ada kami.” Kalimat tersebut mengingatkan bahwa klub sebesar FC Copenhagen tidak akan berarti tanpa fondasi dukungan suporter. Jersey 2026/27 ini bukan sekadar perlengkapan olahraga; ia adalah gudang kenangan bagi mereka yang pernah berdiri di tengah hujan di Jutland atau panasnya malam Mediterania. Dengan peluncuran ini, FC Copenhagen sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah klub yang menghargai sejarah dan penggemar setianya.

Kesimpulannya, jersey tandang terbaru FC Copenhagen tidak hanya menghadirkan inovasi desain, tetapi juga menjadi simbol penghormatan mendalam kepada suporter yang telah menjadi pilar utama klub. Logo Trefoil yang ikonik menjadi jembatan antara warisan masa lalu dan semangat masa kini, memastikan bahwa setiap perjalanan tandang terasa seperti pulang ke rumah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *