Pratama Arhan Sebut Persija Butuh Waktu Adaptasi Usai Kalah dari Persib Bandung
Suara Pecari, Gianyar – Pratama Arhan memberikan pandangannya terkait kekalahan Persija Jakarta dari Persib Bandung pada semifinal Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). Bek kiri Timnas Indonesia tersebut menyebut bahwa Persija masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan taktik pelatih Shin Tae-yong.
Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Persib Bandung, Arhan menilai proses pembentukan kerja sama tim Persija belum maksimal karena banyaknya pemain baru, termasuk pemain asing, yang belum sepenuhnya memahami gaya permainan dan strategi yang diterapkan oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut.
“Kita baru kumpul juga enggak terlalu lama. Banyak pemain baru juga, pemain asing yang belum tahu Coach Shin kayak gimana, taktiknya seperti apa,” ujar Arhan dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa tim membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan taktik pelatih demi meningkatkan performa di kompetisi mendatang.
Arhan juga menekankan pentingnya rivalitas sehat antara para pemain dan suporter kedua klub besar tersebut. Ia berharap persaingan antara Bobotoh dan Jakmania hanya terjadi di dalam lapangan selama 90 menit dan tidak berlanjut di luar arena pertandingan. “Saya berharap rivalitas hanya di lapangan saja 90 menit. Karena di luar kita juga saling teman, saling sapa. Kita seperti sahabat,” tambahnya.
Meski mengalami kekalahan, Arhan memberikan ucapan selamat kepada Persib Bandung yang berhasil melaju ke final Piala Presiden 2026. Ia memandang pertandingan ini sebagai pelajaran berharga bagi Persija untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kualitas tim sebelum kompetisi Liga Indonesia musim 2026/2027 dimulai.
Pelatih Shin Tae-yong juga menyatakan bahwa kondisi kebugaran pemain Persija masih belum optimal, hanya berada di kisaran 30-40 persen, sehingga belum mampu menjalankan skema permainan secara maksimal. Menurutnya, ajang Piala Presiden ini menjadi evaluasi penting untuk persiapan menghadapi Liga 1 mendatang.
Kekalahan Persija dari Persib menandai betapa ketat dan sengitnya rivalitas kedua tim, yang menjadi warna khas sepak bola Indonesia. Namun, pesan persahabatan dan sportivitas yang disampaikan oleh Pratama Arhan menjadi pengingat penting agar persaingan tetap sehat dan positif, demi kemajuan sepak bola nasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










