Ruben Amorim Akui Belajar dari Manchester United, Beri AC Milan Lebih Banyak Kebebasan
Ruben Amorim Berikan Kebebasan Lebih untuk AC Milan
Suara Pecari – Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengakui bahwa ia memberikan timnya lebih banyak kebebasan dalam kemenangan 3-0 atas Lecce pada pertandingan Serie A 2026/2027 yang berlangsung Senin dini hari WIB. Keputusan ini didasari oleh pelajaran yang ia ambil dari pengalaman sebelumnya ketika melatih Manchester United, di mana ia menyadari kekurangan dengan terlalu terpaku pada sistem permainan tertentu.
Perubahan Strategi Setelah Tekanan Hasil Imbang dan Kekalahan
Amorim mulai merasakan tekanan setelah AC Milan mengalami dua hasil imbang beruntun melawan Juventus dan Lazio, serta kekalahan 2-0 dari Benfica di Liga Europa. Untuk mengatasi situasi tersebut, ia melakukan sejumlah penyesuaian taktik, termasuk membangun serangan dari lini belakang dengan formasi empat bek dan menempatkan Mario Gila di posisi yang lebih melebar.
Laga melawan Lecce juga menjadi penampilan perdana Christian Pulisic sebagai starter, yang langsung mencetak gol pembuka bagi Milan pada musim 2026/2027. Gol-gol tambahan dari Adrien Rabiot dan Diego Moreira di babak kedua menegaskan dominasi Milan dalam pertandingan ini.
Pelajaran dari Manchester United
Amorim menyatakan bahwa kebebasan para pemain dalam bergerak dan mengambil ruang di belakang pertahanan lawan merupakan kunci peningkatan performa AC Milan. Menurutnya, tim kini tidak hanya menguasai bola, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi lawan.
“Kami mengalami banyak peningkatan. Kebebasan para pemain dan pergerakan mereka, terutama saat berlari ke ruang kosong di belakang pertahanan lawan, membuat kami bukan sekadar tim yang menguasai bola, melainkan tim yang berbahaya,” ujar Amorim dalam wawancara dengan DAZN Italia.
Selain itu, Amorim menambahkan bahwa timnya mampu mengendalikan permainan dengan baik meskipun menghadapi tekanan dari lawan yang menunggu kesalahan mereka.
Peran Luka Modric dan Penguasaan Bola
Diskusi juga muncul mengenai peran Luka Modric yang kembali menjadi starter setelah beberapa pertandingan sebelumnya hanya duduk di bangku cadangan. Amorim menyebutkan bahwa performa Modric sangat bergantung pada penguasaan bola tim secara keseluruhan. Saat pertandingan yang lebih banyak berkutat pada transisi cepat, seperti babak pertama melawan Lazio, kondisi tersebut kurang ideal bagi Modric untuk tampil maksimal.
Kondisi Klasemen dan Performa AC Milan
Hingga jeda kompetisi internasional, AC Milan mengumpulkan 11 poin dari lima pertandingan Serie A 2026/2027, tertinggal dua poin dari pemuncak klasemen seperti AS Roma, Inter Milan, dan Lazio. Amorim menilai capaian tersebut cukup positif mengingat tim-tim papan atas tersebut telah lebih lama berkompetisi dengan pola permainan yang sudah matang.
“Kami tidak kehilangan terlalu banyak poin. Hanya dua poin yang hilang saat melawan Lazio dan Juventus,” jelasnya.
Penampilan Mengesankan dengan Penguasaan Bola Tinggi
Penampilan melawan Lecce mencerminkan gaya permainan yang diinginkan oleh Amorim, dengan catatan penguasaan bola mencapai sekitar 70 persen. Gol pertama Milan di babak pertama sepanjang musim ini menunjukkan pendekatan yang lebih fokus dan efektif dari tim.
Dengan perubahan taktik dan kebebasan yang diberikan kepada para pemain, AC Milan di bawah asuhan Ruben Amorim menunjukkan peningkatan yang signifikan dan potensi untuk bersaing di papan atas Serie A musim ini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










