Persebaya Hancur di Parepare, Bernardo Tavares Murka Setelah Penalti Alex Martins Gagal

Suara Pecari, Parepare – Persebaya Surabaya mengalami kekalahan pertama musim ini setelah takluk 0-1 dari PSM Makassar pada laga pekan keenam Liga Super Indonesia 2026/2027 di Stadion B. J. Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026). Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyatakan kekecewaannya terutama karena kegagalan penalti yang dilakukan oleh Alex Martins di masa injury time.

Kekalahan Pertama Musim Ini

Persebaya harus mengakui keunggulan tuan rumah PSM Makassar setelah gol bunuh diri bek mereka, Yuran Fernandes, menit ke-74 yang membuat PSM unggul 1-0. Kondisi ini menjadi momen yang menentukan jalannya pertandingan karena Persebaya kesulitan mengembangkan permainan terutama pada babak pertama dan lebih banyak berada di bawah tekanan lawan.

Baca juga:

Upaya Persebaya dan Kegagalan Penalti

Setelah turun minum, Persebaya meningkatkan intensitas serangan dan melepaskan delapan tembakan dengan tiga mengarah ke gawang, namun tidak ada satupun yang berbuah gol. Peluang terbaik didapatkan saat masa injury time ketika Persebaya mendapat hadiah penalti setelah Risto Mitrevski dilanggar di kotak terlarang.

Alex Martins menjadi eksekutor penalti, tetapi tendangannya berhasil ditepis kiper PSM. Wasit melakukan pengulangan penalti karena kiper PSM bergerak lebih dahulu sebelum bola ditendang. Sayangnya, Alex kembali gagal memanfaatkan kesempatan kedua sehingga Persebaya kehilangan peluang untuk menyamakan skor dan mendapatkan satu poin.

Kekecewaan Pelatih Bernardo Tavares

Bernardo Tavares mengakui bahwa timnya sudah berjuang hingga akhir pertandingan, namun hasil belum berpihak kepada Persebaya. Ia menyayangkan gol yang tercipta berasal dari kesalahan pemain sendiri dan kegagalan memaksimalkan peluang penalti. Tavares menekankan pentingnya evaluasi untuk memperbaiki konsentrasi dan penyelesaian di momen-momen krusial agar tidak kehilangan poin kembali di pertandingan berikutnya.

Baca juga:

Evaluasi dan Tantangan ke Depan

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya untuk meningkatkan performa di laga-laga selanjutnya. Konsistensi menjaga fokus dan memanfaatkan peluang menjadi kunci agar tim bisa bangkit dan meraih hasil positif di kompetisi yang semakin ketat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *