Siswa Jember dan Jepang Berbagi Semangat Kemanusiaan Lewat Kelas Virtual Kebencanaan
JEMBER – Semangat kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana terbukti mampu melintasi batas negara dan usia. Suasana berbeda tampak di ruang kelas SDN Puger Kulon 01 Jember, Sabtu (23/05), saat para siswa mengikuti sharing session internasional secara daring bersama pelajar SMA dari Prefektur Yamagata, Jepang.
Pertemuan virtual tersebut menjadi bagian dari implementasi proyek School and Community Resilience (SCR), program kolaborasi antara Palang Merah Indonesia dan Japanese Red Cross Society untuk memperkuat ketangguhan sekolah dan masyarakat terhadap risiko bencana.
Dalam sesi tersebut, siswa-siswi SDN Puger Kulon 01 tampil percaya diri mempresentasikan berbagai aksi nyata yang telah dilakukan dalam mewujudkan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Mereka menjelaskan pengalaman melakukan kajian risiko bencana di lingkungan sekolah, menentukan jalur evakuasi, hingga memasang rambu-rambu bahaya secara mandiri.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi anak-anak untuk saling berbagi pengalaman, memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana, serta menumbuhkan rasa solidaritas dan persahabatan lintas negara. Kami berharap kolaborasi antara PMI dan JRCS dapat terus memberikan manfaat bagi penguatan ketangguhan sekolah dan masyarakat,” ujar Sri Purwaningsih.
Tak kalah menginspirasi, para pelajar SMA dari Prefektur Yamagata turut membagikan pengalaman mereka menjalankan aksi kemanusiaan di Jepang melalui program pengumpulan kartu pos bekas. Kartu-kartu pos tersebut kemudian dikonversikan menjadi dana donasi yang seluruhnya disalurkan melalui PMI guna mendukung keberlanjutan pendidikan kebencanaan bagi siswa sekolah dasar di wilayah dampingan proyek SCR di Jember.
Aksi tersebut menjadi gambaran nyata tingginya kepedulian generasi muda lintas negara terhadap keselamatan dan kemanusiaan.
Kepala Markas PMI Kabupaten Jember, Imam Muslim Al Hariri, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi kebencanaan, tetapi juga membangun nilai sosial dan solidaritas antargenerasi muda.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar mengenai kebencanaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda. Melalui kolaborasi PMI dan JRCS, diharapkan semakin banyak siswa yang memiliki kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini,” ungkapnya.
Melalui keberlanjutan proyek SCR, PMI Kabupaten Jember berkomitmen terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra internasional, termasuk JRCS, guna menciptakan sekolah-sekolah tangguh bencana yang siap menghadapi tantangan di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












