Kantin Sekolah dan CSR Perusahaan Jadi Alternatif BGN Perluas MBG hingga Daerah 3T

Kantin Sekolah dan CSR Perusahaan Jadi Alternatif BGN Perluas MBG hingga Daerah 3T

Suara Pecari | Badan Gizi Nasional (BGN) terus berinovasi dalam memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dalam upaya tersebut, Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa Kantin Sekolah dan CSR Perusahaan Jadi Alternatif BGN Perluas MBG hingga Daerah 3T. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026.

Nanik menjelaskan bahwa pendekatan ini diambil karena tidak semua daerah 3T memungkinkan untuk dibangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara mandiri. Sebagai contoh, di sebuah pulau dengan jumlah murid hanya 119 orang, pembangunan dapur khusus MBG dinilai tidak efisien. Namun, dengan memanfaatkan kantin sekolah yang sudah ada, program MBG tetap dapat berjalan. “Saya pernah ke suatu pulau, muridnya hanya 119, kan gak mungkin juga didirikan dapur (SPPG). Tapi disitu ada kantin, jadi bisa dong kantin itu digunakan, jadi kantin ini salah satu alternatif,” ujar Nanik.

Selain kantin sekolah, BGN juga menggandeng perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di daerah 3T untuk memanfaatkan dapur umum mereka sebagai bagian dari program MBG. Nanik mencontohkan, perusahaan-perusahaan tersebut dapat menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat sekitar. “Atau mungkin juga kalo di tempat itu ada perusahaan-perusahaan besar misalnya beri investasi, masa sih bikin dapur untuk masyarakat di situ gak mau. Kan gak mahal juga, jadi mereka kan juga punya CSR,” tambahnya.

Langkah ini dinilai strategis karena tidak hanya memperluas jangkauan MBG, tetapi juga mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nanik menegaskan bahwa BGN akan terus melakukan pendalaman kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan program MBG dapat menjangkau seluruh anak Indonesia, termasuk di daerah 3T. “Ini kami akan mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN (mencoba). Jadi ada alternatif-alternatif, tidak harus bangun dapur baru di 3T,” ucapnya.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah. Dengan adanya alternatif seperti kantin sekolah dan CSR perusahaan, diharapkan program ini dapat berjalan lebih efektif dan efisien. BGN optimistis bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak akan mempercepat realisasi MBG di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Ke depannya, BGN akan terus mengevaluasi dan mengembangkan model pemanfaatan kantin sekolah dan CSR perusahaan sebagai solusi tepat untuk daerah 3T. Nanik berharap, inovasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengimplementasikan program serupa. Dengan semangat gotong royong, Kantin Sekolah dan CSR Perusahaan Jadi Alternatif BGN Perluas MBG hingga Daerah 3T diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa.

Kesimpulannya, BGN menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dan mencari solusi kreatif dalam memperluas program MBG. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada dan menggandeng sektor swasta, program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan perusahaan. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang merata.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan