Sekolah Dinilai Jadi Kunci Menjaga Warisan Budaya Indonesia LPP RRI: Pendidikan Budaya Sejak Dini Diperkuat
Suara Pecari | Jakarta – Sekolah Dinilai Jadi Kunci Menjaga Warisan Budaya Indonesia LPP RRI, demikian pernyataan tegas Ketua Umum DPP Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji. Dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Rabu (10/6/2026), ia menekankan bahwa pendidikan budaya harus dimulai sejak usia dini di lingkungan sekolah. Menurutnya, Sekolah Dinilai Jadi Kunci Menjaga Warisan Budaya Indonesia LPP RRI karena menjadi ruang strategis menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air.
Hendardji menjelaskan bahwa KSBN telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Kemendikdasmen untuk mengintegrasikan materi budaya ke dalam kurikulum. Program yang dijalankan antara lain lomba dongeng bagi siswa TK dan SD, yang bertujuan memperkenalkan nilai luhur melalui cerita tradisional. “Kami mendorong nilai budaya masuk ke sekolah sejak usia dini. Pendidikan menjadi sarana penting menjaga warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan banyak pihak yang menilai Sekolah Dinilai Jadi Kunci Menjaga Warisan Budaya Indonesia LPP RRI. Udin, seorang pendengar RRI dari Boyolali, mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Ia menyoroti pentingnya pengenalan rumah adat dan senjata tradisional di sekolah. “Bagaimana meningkatkan antusias pelajar untuk mempelajari rumah adat dan budaya daerah,” ujar Udin.
Data dari Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa hanya 30% sekolah di Indonesia yang mengintegrasikan muatan budaya lokal secara formal. Hal ini menjadi tantangan besar mengingat Sekolah Dinilai Jadi Kunci Menjaga Warisan Budaya Indonesia LPP RRI. Hendardji menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. “Pendidikan budaya harus dilakukan secara berkelanjutan agar identitas nasional tetap terjaga,” tegasnya.
KSBN berencana memperluas program edukasi budaya ke jenjang pendidikan menengah dan tinggi. Selain lomba dongeng, akan ada pelatihan seni tradisional, kunjungan ke museum, dan festival budaya sekolah. Langkah ini diharapkan mampu membangkitkan kembali kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia. Sekolah Dinilai Jadi Kunci Menjaga Warisan Budaya Indonesia LPP RRI, dan kini saatnya semua pihak bergerak bersama.
Di tengah arus globalisasi, budaya Indonesia terancam tergerus. Namun, dengan menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran budaya, nilai-nilai luhur bangsa dapat terus diwariskan. Hendardji mengajak semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat, untuk mendukung program ini. “Mari kita jaga warisan budaya kita melalui pendidikan,” pungkasnya.
Kesimpulannya, peran sekolah sangat vital dalam menjaga warisan budaya Indonesia. Melalui pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan, generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya bangsa. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












