Spenpraja Terima Kunjungan Monitoring Kader Keamanan Pangan Sekolah BPOM
Latar Belakang: Komitmen Spenpraja terhadap Keamanan Pangan Sekolah
Suara Pecari, SMP Negeri 4 Singaraja (Spenpraja) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman. Pada bulan Juli 2026, sekolah yang berlokasi di Buleleng, Bali, ini menerima kunjungan Tim Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melaksanakan monitoring terhadap program pemberdayaan Kader Keamanan Pangan Sekolah. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk memastikan bahwa setiap aspek pangan di lingkungan sekolah memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan gizi.
Kegiatan monitoring ini merupakan tindak lanjut dari program intervensi Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan (SEHATI). Program SEHATI sendiri merupakan inisiatif nasional BPOM untuk membudayakan keamanan pangan di institusi pendidikan, dengan tujuan jangka panjang meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pola makan yang aman dan bergizi. Spenpraja menjadi salah satu sekolah percontohan di Buleleng yang telah mengimplementasikan program ini sejak awal tahun 2026.
Kronologi dan Pelaksanaan Monitoring
Tim BPOM yang dipimpin oleh perwakilan dari Balai Besar POM di Denpasar tiba di Spenpraja pada pagi hari. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Sekolah, Nyoman Sudiana, beserta jajaran Tim Keamanan Pangan Sekolah yang terdiri dari guru, staf kantin, dan perwakilan siswa. Acara dimulai dengan sambutan dan pemaparan singkat tentang progres program keamanan pangan di Spenpraja.
Berikut adalah jadwal kegiatan monitoring:
| Waktu | Agenda | Pelaksana |
|---|---|---|
| 08.00 – 08.30 | Sambutan dan pemaparan program | Kepala Sekolah & Tim Keamanan Pangan |
| 08.30 – 10.00 | Pemantauan peran Kader Keamanan Pangan | Tim BPOM |
| 10.00 – 11.30 | Pembinaan pengelolaan kantin sekolah | Tim BPOM & Pengelola Kantin |
| 11.30 – 12.30 | Evaluasi implementasi edukasi keamanan pangan | Tim BPOM & Seluruh Warga Sekolah |
Pada sesi pemantauan, Tim BPOM secara langsung mengobservasi aktivitas para Kader Keamanan Pangan yang telah dibentuk dan dilatih melalui bimbingan teknis pada 13 Mei 2026. Para kader ini bertugas mengawasi kebersihan kantin, memeriksa tanggal kedaluwarsa makanan, dan memberikan edukasi singkat kepada teman-teman mereka tentang pentingnya memilih jajanan sehat. Evaluasi menunjukkan bahwa para kader telah menjalankan perannya dengan cukup baik, meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pencatatan data harian.
Peran Kader Keamanan Pangan Sekolah
Kader Keamanan Pangan Sekolah merupakan ujung tombak program ini. Mereka adalah siswa-siswi terpilih yang telah mengikuti pelatihan intensif tentang prinsip-prinsip keamanan pangan. Tugas utama mereka meliputi:
- Memantau kebersihan dan higiene kantin sekolah setiap hari.
- Memeriksa label pangan, termasuk tanggal kedaluwarsa dan komposisi bahan.
- Melakukan sosialisasi tentang bahaya pangan tidak aman kepada rekan sekelas.
- Bekerja sama dengan guru dalam menyusun menu jajanan sehat di kantin.
Dengan keterlibatan langsung siswa, program ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang aman, tetapi juga membangun kesadaran sejak dini. Nyoman Sudiana, Kepala Spenpraja, menyatakan, “Kami ingin siswa tidak hanya menjadi konsumen cerdas, tetapi juga agen perubahan yang menyebarkan budaya pangan aman ke keluarga dan masyarakat sekitar.”
Dampak dan Implikasi bagi Sekolah dan Masyarakat
Monitoring BPOM ini membawa dampak signifikan bagi Spenpraja. Pertama, sekolah mendapatkan rekomendasi perbaikan yang langsung dapat diterapkan, seperti peningkatan sistem penyimpanan bahan makanan dan penyediaan wastafel di area kantin. Kedua, hasil monitoring menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program SEHATI di sekolah-sekolah lain di Buleleng.
Implikasi lebih luas dari program ini adalah terbentuknya ekosistem sekolah yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peduli terhadap kesehatan. Dalam jangka panjang, budaya pangan aman di sekolah akan menurunkan risiko keracunan makanan dan penyakit akibat pangan tidak sehat. Selain itu, siswa yang terbiasa mengonsumsi pangan bergizi akan memiliki konsentrasi belajar yang lebih baik dan prestasi yang meningkat. BPOM juga mencatat bahwa Spenpraja berpotensi menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia dalam penerapan keamanan pangan.
Sinergi Sekolah dan BPOM: Langkah Nyata Menuju Sekolah Sehat
Kunjungan monitoring ini menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan badan pengawas. BPOM tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan berkelanjutan. Program seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan generasi emas 2045 yang sehat dan cerdas. Spenpraja sendiri berencana untuk mengadakan pelatihan lanjutan bagi kader dan membuka kelas edukasi gizi bagi orang tua murid.
Ke depan, Spenpraja optimis dapat menjadi sekolah mandiri dalam penjaminan keamanan pangan. Dengan dukungan semua pihak, sekolah ini akan terus menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman. Monitoring ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen berkelanjutan untuk membudayakan keamanan pangan di kalangan generasi muda.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










