Orang Tua Kunci Bentuk Nasionalisme Anak di Era Digital, Akademisi Ingatkan

Suara Pecari | Akademisi Ingatkan Orang Tua Jadi Kuncri Bentuk Nasionalisme Anak LPP RRI dalam sebuah dialog yang digelar di Auditorium Abdurrahman Saleh RRI, Jakarta. Gemala Rabiah Hatta, akademisi sekaligus putri kedua Wakil Presiden Mohammad Hatta, menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam menjaga dan membentuk nasionalisme generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Pesan Akademisi Ingatkan Orang Tua Jadi Kuncri Bentuk Nasionalisme Anak LPP RRI ini menjadi pengingat bahwa pembentukan karakter kebangsaan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Gemala menegaskan bahwa pemahaman nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Kesadaran sebagai anak bangsa yang baik perlu dibangun melalui penghayatan nilai-nilai luhur tersebut, bukan sekadar hafalan.

Lebih lanjut, Gemala menyoroti fenomena di mana orang tua dan anak yang tinggal serumah justru berkomunikasi melalui ponsel. Ia mencontohkan sejumlah negara yang menerapkan pembatasan penggunaan ponsel pada usia tertentu demi menjaga kualitas komunikasi keluarga. “Supaya betul-betul komunikasi orang tua itu terjaga. Jadi ini banyak sekali kita lihat di dunia sekarang ini, dimana orang tua itu kadang-kadang panggil anaknya pakai HP,” katanya.

Di era digital, teknologi memang tidak bisa dihindari. Namun, Akademisi Ingatkan Orang Tua Jadi Kuncri Bentuk Nasionalisme Anak LPP RRI juga mengingatkan bahwa penggunaan teknologi harus diimbangi dengan pembiasaan sikap toleransi dan komunikasi keluarga yang baik. Digitalisasi harus dimanfaatkan sebagai alat, bukan malah menjadi penghalang interaksi antaranggota keluarga.

Gemala juga mengaitkan pesan ini dengan keteladanan Bung Hatta, sang proklamator. Ia mengatakan bahwa generasi muda perlu belajar menghargai pendapat orang lain dan memiliki sikap mandiri. “Kita dengarkan pendapat mereka, tapi kemudian punya sikap. Jadi bangsa yang baik yaitu bangsa yang mendidik rakyatnya supaya betul-betul menjadi bangsa yang berdikari (berdiri di kaki sendiri),” ucapnya.

Melalui dialog tersebut, jelas bahwa peran orang tua sangat sentral dalam membentuk nasionalisme anak. Akademisi Ingatkan Orang Tua Jadi Kuncri Bentuk Nasionalisme Anak LPP RRI merupakan seruan untuk kembali memprioritaskan komunikasi tatap muka dan penanaman nilai Pancasila dalam keseharian. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang nasionalis, toleran, dan mandiri di tengah gempuran globalisasi.

Kesimpulannya, orang tua memegang peranan utama dalam membentuk karakter anak, termasuk rasa nasionalisme. Melalui keteladanan dalam penggunaan teknologi dan pembiasaan komunikasi langsung, nilai-nilai Pancasila dapat tertanam kuat sejak dini. Hal ini penting untuk menjaga keutuhan bangsa dan mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan