Babinsa Mandau Tanamkan Wawasan Kebangsaan dan Nilai Pancasila kepada Pelajar di Air Jamban
Suara Pecari, Bengkalis – Dalam upaya menanamkan cinta tanah air dan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini, jajaran Koramil 03/Mandau melalui Babinsa melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) berupa pembinaan wawasan kebangsaan dan penyuluhan nilai-nilai Pancasila kepada siswa SMP Negeri 1 Air Jamban, Kabupaten Bengkalis, pada Rabu, 15 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Kampung Pancasila yang dicanangkan oleh TNI AD untuk memperkuat ideologi bangsa di tingkat akar rumput.
Membangun Karakter Bangsa Sejak Sekolah
Pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berjiwa nasionalis. Di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh global, pemahaman terhadap ideologi Pancasila serta semangat persatuan harus terus dipupuk. Babinsa Serka Junaidi, yang mewakili Danramil 03/Mandau, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menumbuhkan semangat persatuan di kalangan pelajar.
“Kami juga mengajak para siswa untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Disiplin dan gotong royong adalah kunci untuk memperkuat persatuan,” ujar Serka Junaidi di sela-sela acara. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa dengan antusiasme tinggi. Mereka diajak untuk menyanyikan lagu Garuda Pancasila secara bersama-sama, sebagai bentuk penghayatan terhadap lambang negara.
Program Kampung Pancasila: Lebih dari Sekadar Seremonial
Kampung Pancasila adalah program yang digagas oleh TNI AD untuk menciptakan desa/kampung percontohan yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mencakup pembinaan berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Dengan melibatkan Babinsa sebagai ujung tombak, program ini menjangkau pelosok desa dan sekolah-sekolah untuk menanamkan ideologi Pancasila secara konkret.
Di SMP Negeri 1 Air Jamban, kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian pembinaan yang direncanakan setiap triwulan. Selain wawasan kebangsaan, materi yang disampaikan juga mencakup bahaya radikalisme dan terorisme, serta cara menangkal pengaruh negatif dari media sosial. Serka Junaidi menegaskan bahwa generasi muda harus mampu menjadi filter bagi informasi yang masuk dan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa.
| Materi Pokok | Metode Penyampaian | Tujuan |
|---|---|---|
| Wawasan Kebangsaan | Ceramah interaktif dan diskusi | Menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara |
| Nilai-nilai Pancasila | Pemaparan butir-butir Pancasila dan contoh aplikasi | Membentuk karakter sesuai ideologi bangsa |
| Pencegahan Radikalisme | Penyuluhan dan simulasi | Membentengi siswa dari paham ekstremis |
| Gotong Royong | Praktik kerja bakti dan diskusi kelompok | Memperkuat persatuan dan solidaritas sosial |
Nilai-Nilai Luhur yang Ditekankan
Dalam sesi penyuluhan, Serka Junaidi menyoroti beberapa nilai utama yang harus dimiliki oleh setiap pelajar:
- Ketuhanan Yang Maha Esa: Meningkatkan toleransi antarumat beragama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menghormati hak asasi manusia dan bersikap adil terhadap sesama.
- Persatuan Indonesia: Menjunjung tinggi semangat Bhinneka Tunggal Ika dan menghindari perpecahan.
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Membiasakan musyawarah dalam mengambil keputusan.
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Berperilaku adil dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Pendidikan
Kegiatan seperti ini memiliki dampak signifikan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek, siswa mendapatkan pemahaman yang lebih konkret tentang wawasan kebangsaan dan Pancasila. Mereka juga terlibat langsung dalam praktik gotong royong, yang memperkuat ikatan sosial di sekolah. Dalam jangka panjang, pembinaan berkelanjutan diharapkan mampu membentuk generasi yang berkarakter nasionalis, toleran, dan mampu menangkal paham radikal yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
Dari sisi institusi pendidikan, keterlibatan Babinsa dalam proses pembinaan karakter siswa merupakan bentuk sinergi antara TNI dan dunia pendidikan. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Kepala SMP Negeri 1 Air Jamban, yang turut hadir dalam kegiatan, menyambut positif inisiatif ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan Koramil 03/Mandau yang telah memberikan pembinaan langsung kepada siswa. Ini sangat bermanfaat untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya.
Bagi masyarakat sekitar, keberadaan program Kampung Pancasila juga memberikan efek domino. Lingkungan yang dihuni oleh keluarga para siswa turut merasakan dampaknya, karena nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dibawa pulang dan dipraktikkan di rumah. Gotong royong, misalnya, menjadi budaya yang kembali hidup di masyarakat Air Jamban.
Penutup: Menanamkan Benih Kebangsaan untuk Masa Depan
Kegiatan yang berlangsung tertib dan penuh antusiasme ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia masih memiliki hasrat untuk belajar dan mencintai tanah airnya. Babinsa Serka Junaidi bersama jajaran Koramil 03/Mandau telah menunjukkan bahwa peran TNI tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam membangun karakter bangsa. Dengan program seperti Kampung Pancasila, benih-benih wawasan kebangsaan terus ditanam, dan kelak akan tumbuh menjadi pohon yang rindang, melindungi Indonesia dari ancaman perpecahan dan radikalisme. Semoga kegiatan serupa dapat terus digalakkan di seluruh pelosok negeri, agar semangat Pancasila selalu menyala di dada setiap anak bangsa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










