BPOM Gencarkan Edukasi Bahaya Rokok dan Vape untuk Remaja Tangerang: Sebuah Langkah Menyelamatkan Generasi

BPOM Gencarkan Edukasi Bahaya Rokok dan Vape untuk Remaja Tangerang: Sebuah Langkah Menyelamatkan Generasi

Suara Pecari | Tangerang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan tenaga kesehatan menggelar kegiatan edukasi massif tentang bahaya rokok dan vape di kalangan pelajar SMA sederajat di wilayah Tangerang Raya. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh setiap 31 Mei. Dengan tema ‘Unmasking The Vape: Sinyal Bahaya di Balik Tren. Tetap Sehat, Cegah Darurat Narkoba’, acara ini menyasar generasi muda yang dinilai paling rentan terhadap godaan produk tembakau dan rokok elektrik.

Ancaman Nyata bagi Remaja

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam sambutannya di Tangerang pada Jumat, 12 Juni 2026, menekankan bahwa masa remaja adalah periode paling sensitif untuk terpapar ketergantungan. “Kita tahu persis, dari semua yang mengalami ketergantungan, masa akil balig atau remaja adalah masa yang paling sensitif untuk tergoda berbagai macam cara,” ujarnya. Ikrar juga mengungkapkan bahwa industri rokok dan vape kerap menargetkan anak muda sebagai konsumen potensial. “Para orang yang punya kepentingan ekonomi memanfaatkan rokok ini. Adik-adik SMA menjadi target utama,” tambahnya.

Berdasarkan data gabungan BPOM, BNN, dan Kementerian Kesehatan, satu dari tujuh remaja di Indonesia sudah mengalami adiktif terhadap nikotin. Angka ini setara dengan sekitar 1,9 hingga 2 persen dari total populasi remaja. “Satu di antara tujuh ini akan mempengaruhi temannya, sehingga bisa meningkat menjadi dua atau tiga. Logikanya sangat berbahaya, seperti kanker yang menginvasi,” jelas Ikrar.

Kronologi dan Rangkaian Kegiatan

Kegiatan yang berlangsung di Tangerang ini tidak hanya berupa seremonial, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dengan pelajar. Berikut kronologi dan rangkaian acara:

  • Diskusi Interaktif: Menghadirkan narasumber dari BPOM, BNN, tenaga kesehatan, dan influencer kesehatan yang membahas dampak jangka pendek dan panjang penggunaan rokok serta vape.
  • Lomba Edukasi Kesehatan: Pelajar berpartisipasi dalam lomba poster, video pendek, dan cerdas cermat bertema bahaya tembakau.
  • Deklarasi Kesehatan Generasi Muda: Ratusan pelajar SMA/SMK se-Tangerang Raya membacakan deklarasi komitmen untuk hidup tanpa tembakau dan narkoba.

Direktur PLRKM Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Syamsul Bahar, menegaskan sinergi antarlembaga sangat penting. “Kami selalu bersinergi dengan para profesional dan BPOM untuk membentengi generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba, termasuk rokok dan vape,” katanya.

Data dan Fakta: Bahaya Rokok dan Vape

Berikut adalah data terkait prevalensi merokok dan penggunaan vape di kalangan remaja Indonesia:

IndikatorPersentaseSumber
Remaja perokok aktif (15-19 tahun)9,1%Riskesdas 2023
Pengguna vape remaja3,2%BPOM 2025
Remaja adiktif nikotin14,3% (1 dari 7)BPOM, BNN, Kemenkes 2026

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun prevalensi perokok remaja cenderung menurun, penggunaan vape justru meningkat. Vape sering dianggap lebih aman, padahal mengandung zat adiktif dan karsinogenik yang tidak kalah berbahaya.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Langkah BPOM dan BNN ini memiliki dampak luas bagi masyarakat, terutama di Tangerang yang merupakan salah satu wilayah dengan tingkat urbanisasi tinggi dan akses mudah terhadap produk tembakau. Berikut beberapa implikasinya:

  • Kesehatan: Edukasi dini dapat menurunkan angka penyakit terkait tembakau seperti kanker paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan pada remaja.
  • Sosial: Deklarasi generasi muda bebas tembakau menciptakan lingkungan pergaulan yang lebih sehat dan mengurangi tekanan teman sebaya untuk merokok.
  • Ekonomi: Pengurangan jumlah perokok berpotensi menurunkan beban biaya kesehatan nasional yang mencapai triliunan rupiah per tahun akibat penyakit terkait tembakau.
  • Regulasi: Kegiatan ini mendorong pengawasan lebih ketat terhadap penjualan rokok dan vape kepada anak di bawah umur, serta memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM akan terus menggalakkan program serupa di berbagai daerah. “Kami memiliki data dan komitmen untuk memastikan Indonesia ke depan lebih sehat dan bahagia, bebas dari ketergantungan tembakau dan zat adiktif lainnya,” pungkasnya.

Di tengah maraknya tren vape di kalangan anak muda, langkah preventif seperti ini menjadi krusial. Generasi muda Tangerang telah menunjukkan kesadaran dengan mendeklarasikan hidup sehat. Semoga semangat ini menular ke seluruh pelosok negeri, menyelamatkan jutaan remaja dari jerat adiksi yang menghancurkan masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan