Wali Kota Bengkulu Imbau MPLS Digelar Aman, Ramah, dan Bebas Perpeloncoan
Suara Pecari, Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengingatkan seluruh satuan pendidikan di Kota Bengkulu agar menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara aman, ramah anak, dan sesuai ketentuan. Arahan ini disampaikan untuk memastikan proses transisi siswa baru berjalan positif, tanpa tekanan fisik maupun mental.
Apa Itu MPLS dan Mengapa Penting?
MPLS merupakan program wajib bagi peserta didik baru di Indonesia, menggantikan kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) yang kerap diwarnai perpeloncoan. Tujuannya adalah memperkenalkan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta fasilitas pendidikan. MPLS juga menjadi momen penting untuk membangun rasa percaya diri dan motivasi belajar. Di Bengkulu, kegagalan pengawasan di tahun-tahun sebelumnya sempat mencoreng citra pendidikan, sehingga tahun ini pemerintah daerah mengambil langkah proaktif.
Arahan Wali Kota: Fokus pada Edukasi, Bukan Perpeloncoan
Dalam keterangannya pada Jumat, 10 Juli 2026, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman menyenangkan, bukan ajang kekerasan. “Jangan sampai ada praktik perpeloncoan atau tindakan yang membuat siswa tidak nyaman,” ujarnya. Ia meminta sekolah merancang kegiatan yang mendidik dan interaktif, seperti pengenalan ekstrakurikuler, simulasi belajar, dan permainan karakter. Pendekatan ini diyakini mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan toleransi.
Larangan dan Sanksi Tegas
| Kegiatan yang Dilarang | Contoh | Sanksi |
|---|---|---|
| Perpeloncoan fisik/mental | Pukulan, hukuman push-up, ejekan | Peringatan keras hingga pencabutan izin kegiatan |
| Kegiatan tanpa nilai edukatif | Lomba bersih-bersih WC saat malam | Teguran lisan dan tertulis |
| Pungutan biaya tak wajar | Biaya seragam kegiatan tidak resmi | Pengembalian dana + sanksi disiplin |
Dedy memastikan bahwa pelanggaran akan ditindak tegas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu. Sekolah wajib menjadikan keselamatan dan kenyamanan peserta didik sebagai prioritas utama.
Peran Pengawasan Dinas Pendidikan dan Sekolah
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu diminta melakukan pengawasan maksimal selama MPLS. Tim pengawas akan turun ke sekolah-sekolah untuk memonitor kegiatan secara langsung dan mengecek kepatuhan terhadap pedoman. Sekolah juga diwajibkan melaporkan rencana kegiatan MPLS sebelumnya. Langkah antisipatif ini diharapkan mencegah terulangnya kasus perpeloncoan yang sempat terjadi di beberapa kota.
Dampak Positif MPLS yang Ramah Anak
- Adaptasi lebih cepat: Siswa baru merasa diterima dan nyaman, sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar.
- Meningkatkan rasa percaya diri: Kegiatan interaktif membantu siswa berani berpendapat dan bersosialisasi.
- Menanamkan karakter: Disiplin, tanggung jawab, dan toleransi tertanam melalui pendekatan positif.
- Mengurangi stres: Lingkungan yang suportif mengurangi kecemasan menghadapi lingkungan baru.
Pesan untuk Orang Tua dan Siswa Baru
Orang tua diimbau turut mendampingi anak selama MPLS, bukan justru menuntut kegiatan yang ‘keras’. Siswa baru disarankan mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias dan melaporkan jika ada tindakan tidak menyenangkan. Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi kunci suksesnya MPLS yang ramah anak.
Melalui MPLS yang positif, para peserta didik di Bengkulu diharapkan mampu membangun fondasi kuat untuk masa depan pendidikan mereka. Bukan sekadar formalitas, MPLS adalah langkah awal menuju generasi yang tangguh, berkarakter, dan siap bersaing. Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus mengawal dan memperbaiki kualitas penyelenggaraan MPLS di tahun-tahun mendatang, demi mewujudkan sekolah sebagai rumah kedua yang menyenangkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










