BKKBN Tekankan Pentingnya Penguatan SDM untuk Cegah Stunting
Suara Pecari | JAKARTA – Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bebas dari stunting menjadi salah satu agenda utama dalam upaya mencapai visi Indonesia Maju 2045. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, dalam sebuah pernyataan resmi.
Budi Setiyono menekankan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, program-program pencegahan stunting harus lebih terfokus. Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperkuat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditujukan kepada kelompok prioritas seperti ibu hamil dan menyusui yang berisiko tinggi mengalami stunting.
Dalam pandangannya, penting bagi Indonesia untuk mengalihkan fokus pembangunan pendidikan dari sekadar peningkatan angka partisipasi sekolah menuju peningkatan kualitas SDM yang mampu bersaing secara global. Ia menegaskan bahwa pendidikan di bidang matematika, sains, dan teknologi harus menjadi prioritas utama.
Sebagai bagian dari reformasi pendidikan, Budi juga mengusulkan agar keterampilan vokasi dan industri diperkuat, dengan penekanan pada kecerdasan buatan dan rekayasa. Hal ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih siap dalam menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Lebih lanjut, Budi Setiyono menyoroti perlunya reformasi birokrasi yang berbasis meritokrasi. Digitalisasi dalam pengadaan pemerintah, integrasi data fiskal, serta evaluasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) harus dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang lebih efisien. Menurutnya, birokrasi yang baik adalah kunci untuk mendukung proses industrialisasi di Indonesia.
Hilirisasi industri juga menjadi perhatian penting, khususnya dalam mengembangkan sektor-sektor dengan nilai tambah tinggi seperti industri baterai, kendaraan listrik, dan material maju. Budi menambahkan bahwa pemerintah perlu meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Dalam konteks pembangunan infrastruktur, arahkanlah untuk menekan biaya logistik nasional. Hal ini penting agar konektivitas dan pemerataan pertumbuhan ekonomi dapat terwujud di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan langkah-langkah ini, BKKBN berharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM yang bebas dari stunting, serta mendukung pencapaian visi Indonesia Maju 2045.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












