GEK LISA Spenpraja Tumbuhkan Budaya Literasi, Disiplin dan Hidup Sehat sejak Dini

GEK LISA Spenpraja Tumbuhkan Budaya Literasi, Disiplin dan Hidup Sehat sejak Dini

Mengawali Hari dengan Semangat: GEK LISA Spenpraja

Suara Pecari, Singaraja – SMP Negeri 4 Singaraja (Spenpraja) kembali menggelar Gerakan Literasi Bersama (GEK LISA) pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin ini tidak hanya sekadar membaca buku, melainkan sebuah langkah strategis untuk menanamkan budaya literasi, disiplin, dan pola hidup sehat sejak dini. Dengan mengusung tema religius, seluruh siswa memulai aktivitas dengan sembahyang bersama sebagai wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dilanjutkan dengan sesi membaca buku sesuai minat masing-masing.

Semangat Religius dan Disiplin sebagai Fondasi

Suasana pagi di lapangan sekolah tampak khidmat. Ratusan siswa duduk rapi mengikuti doa bersama, diiringi petunjuk dari guru pendamping. Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama Ketuhanan Yang Maha Esa. Setelah persembahyangan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Putu Utami, memberikan pengarahan singkat namun padat mengenai pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap tata tertib sekolah. Beliau menekankan bahwa disiplin bukan hanya tentang aturan, melainkan cerminan tanggung jawab sebagai pelajar. “Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan. Mulai dari menjaga sikap, menghormati guru dan teman, hingga menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Putu Utami.

Literasi: Lebih dari Sekadar Membaca

Setelah pengarahan, seluruh siswa larut dalam kegiatan membaca. Buku-buku yang dibawa beragam, mulai dari novel, buku pengetahuan, hingga komik edukatif. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan memperluas wawasan. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Made Sudiartama, literasi di Spenpraja tidak hanya diukur dari seberapa banyak buku yang dibaca, tetapi juga dari kemampuan merefleksikan bacaan. “Setiap siswa wajib memiliki Jurnal Literasi untuk mencatat hasil bacaan, dan Jurnal Kebaikan sebagai media refleksi perilaku positif. Kedua jurnal ini akan membentuk kebiasaan belajar berkelanjutan dan memperkuat karakter,” jelas Made Sudiartama.

Jurnal Literasi dan Jurnal Kebaikan: Alat Pembentuk Karakter

Kedua jurnal tersebut menjadi pilar utama program literasi Spenpraja. Berikut adalah fungsi masing-masing:

Jenis JurnalTujuanIsi
Jurnal LiterasiMeningkatkan pemahaman bacaan dan kebiasaan menulisRingkasan buku, kata-kata baru, dan kesimpulan pribadi
Jurnal KebaikanMenginternalisasi nilai-nilai positif melalui refleksi harianCatatan perbuatan baik, pengalaman berbagi, dan rencana perbaikan diri

Dengan adanya jurnal ini, siswa tidak hanya menjadi pembaca aktif, tetapi juga pribadi yang introspektif dan bertanggung jawab.

GERABAH: Gemar Makan Buah untuk Hidup Sehat

Selain literasi, Spenpraja juga meluncurkan program GERABAH (Gemar Makan Buah) yang akan dilaksanakan setiap hari Sabtu. Program ini mewajibkan setiap siswa membawa buah dari rumah untuk dikonsumsi bersama. Tujuannya jelas: membiasakan pola makan sehat, meningkatkan kesadaran akan gizi seimbang, dan mendukung generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter. Kepala Sekolah Spenpraja, I Wayan Sujana, mengungkapkan bahwa GERABAH merupakan respons terhadap meningkatnya konsumsi makanan instan di kalangan remaja. “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kebiasaan hidup sehat. Buah-buahan adalah sumber vitamin dan serat yang mudah didapat,” ujarnya.

Jadwal Kegiatan GEK LISA dan GERABAH

HariKegiatanKeterangan
Senin – JumatGEK LISA (30 menit sebelum jam pertama)Membaca bebas dan pengisian jurnal
SabtuGERABAH (setelah upacara bendera)Makan buah bersama di kelas

Program GERABAH juga disosialisasikan dalam pengarahan yang diberikan oleh tim kurikulum. Para guru berharap kebiasaan ini terbawa hingga ke rumah siswa, sehingga tercipta sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menerapkan pola hidup sehat.

Dampak dan Implikasi bagi Pendidikan Karakter

Inisiatif GEK LISA dan GERABAH memiliki dampak yang luas bagi siswa dan lingkungan sekolah. Pertama, budaya literasi yang dikombinasikan dengan disiplin dan nilai religius diyakini mampu membentuk profil Pelajar Pancasila yang unggul. Kedua, pembiasaan hidup sehat melalui GERABAH dapat mengurangi risiko penyakit akibat pola makan buruk, seperti obesitas dan diabetes. Ketiga, program ini juga memperkuat keterlibatan orang tua, karena siswa diminta membawa buah sendiri, sehingga orang tua turut serta mendukung gaya hidup sehat.

Menurut pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Ganesha, Dr. Ni Luh Putu Suarmini, langkah Spenpraja patut diapresiasi karena mengintegrasikan tiga aspek penting: literasi, disiplin, dan kesehatan. “Pendidikan karakter tidak bisa instan. Program berkelanjutan seperti ini memberikan kebiasaan positif yang akan melekat hingga dewasa,” ujarnya.

Kronologi Pelaksanaan GEK LISA 28 Juli 2026

  1. 06.45 – 07.00: Persiapan dan baris di lapangan
  2. 07.00 – 07.15: Sembahyang bersama dipimpin oleh guru agama
  3. 07.15 – 07.30: Pengarahan disiplin oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan
  4. 07.30 – 08.00: Kegiatan membaca bebas dan pengisian Jurnal Literasi
  5. 08.00 – 08.15: Sosialisasi GERABAH oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum
  6. 08.15 – 08.30: Refleksi dan doa penutup

Rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh makna. Para siswa tampak antusias, terutama saat mendengar informasi tentang program GERABAH. Beberapa siswa mengaku sudah menyiapkan buah favorit untuk hari Sabtu nanti.

Menuju Generasi Unggul Berprofil Pancasila

Melalui GEK LISA dan GERABAH, SMP Negeri 4 Singaraja terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang religius, gemar membaca, disiplin, berkarakter, dan menerapkan pola hidup sehat. Sekolah ini menjadi contoh bagaimana pendidikan dasar bisa menjadi fondasi kuat bagi generasi masa depan. Bukan hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki jiwa yang sehat dan budi pekerti luhur. Langkah kecil Spenpraja hari ini adalah investasi besar bagi Indonesia emas di masa mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *