30 Calon Siswa Sekolah Rakyat Padang Siap Belajar di Dharmasraya, Ini Tantangan dan Harapannya
Suara Pecari, Padang – Sebanyak 30 calon peserta didik dari Kota Padang telah siap mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) permanen yang berlokasi di Kabupaten Dharmasraya. Mereka akan memulai tahun ajaran 2026/2027 pada 14 Juli 2026 mendatang. Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sanjaya, mengungkapkan bahwa proses penjangkauan calon siswa telah rampung sesuai dengan mekanisme dan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial.
Proses Penjangkauan dan Seleksi yang Ketat
Eri Sanjaya menjelaskan bahwa awalnya data dari Kementerian Sosial mencatat sebanyak 6.615 anak di Kota Padang yang masuk kategori belum sekolah dan putus sekolah. Namun, setelah dilakukan pemadanan data bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta penyesuaian dengan kuota yang ditetapkan, jumlah calon peserta didik yang memenuhi kriteria menjadi 30 orang. Selain itu, disiapkan pula lima peserta cadangan.
“Penjangkauan dilakukan secara cermat dan selektif. Kami tidak hanya mengandalkan data, tetapi juga verifikasi lapangan untuk memastikan anak-anak yang benar-benar membutuhkan mendapatkan akses pendidikan,” ujar Eri, Senin, 6 Juli 2026.
Data Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat Padang
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Calon Peserta Didik Utama | 30 |
| Peserta Cadangan | 5 |
| Kuota Sumatera Barat | 390 |
Penempatan Sementara di Dharmasraya
Karena Sekolah Rakyat permanen di Kota Padang masih dalam tahap persiapan, seluruh calon siswa akan ditampung sementara di Sekolah Rakyat Kabupaten Dharmasraya. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Wildan Humaedi, mengatakan bahwa fasilitas SR Menengah Pertama (SRMP) di BBPPKS memiliki keterbatasan kapasitas sehingga tidak mampu menampung siswa baru.
“Siswa yang ada saat ini, yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat, masih menjalani pendidikan di kantor kami. Sementara untuk siswa tahun ajaran baru akan ditampung sementara di SR permanen di Dharmasraya,” jelas Wildan.
Persiapan Menjelang Tahun Ajaran Baru
BBPPKS Padang kini tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang dimulainya pembelajaran pada 14 Juli 2026. Fokus utama adalah kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Wildan menambahkan bahwa tenaga pendidik sementara akan didukung oleh pemerintah daerah hingga proses rekrutmen guru selesai pada awal Agustus 2026, sebagaimana pernyataan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Kronologi Peristiwa
- Awal 2026: Pendataan anak belum sekolah dan putus sekolah oleh Kemensos.
- Maret – Juni 2026: Penjangkauan dan verifikasi data oleh Dinsos Padang bersama Dinas Pendidikan dan Disdukcapil.
- 6 Juli 2026: Pengumuman 30 calon siswa dan 5 cadangan.
- 14 Juli 2026: Dimulainya tahun ajaran baru dan MPLS.
- Awal Agustus 2026: Target selesainya rekrutmen guru tetap.
Dampak dan Implikasi
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjawab permasalahan anak putus sekolah dan belum sekolah di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang. Dengan adanya program ini, anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan formal yang layak. Namun, tantangan logistik dan adaptasi bagi siswa yang harus belajar di luar kota perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyediakan transportasi atau asrama agar proses belajar tidak terganggu.
Harapan ke Depan
Pemerintah Kota Padang juga tengah menyiapkan gedung Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) untuk menampung peserta didik di masa mendatang. Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan di kawasan BBPPKS Padang. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, diharapkan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi.
Program Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan dukungan semua pihak, 30 anak dari Padang ini diharapkan dapat mengejar ketertinggalan dan meraih masa depan yang lebih cerah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










