Hari Pustakawan Momentum Perkuat Sinergi Literasi Way Kanan
Suara Pecari, Way Kanan – Peringatan Hari Pustakawan Indonesia yang jatuh setiap 8 Juli menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Way Kanan untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan budaya literasi. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan, Achmad Agung Bramtihalley, menegaskan bahwa tema tahun ini, “Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berdampak”, menandai perubahan signifikan peran pustakawan di era informasi.
Transformasi Peran Pustakawan di Era Digital
Menurut Agung, pustakawan tidak lagi sekadar penjaga buku, melainkan agen perubahan yang harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Makna tema tersebut adalah perubahan peran pustakawan di era informasi. Pustakawan harus bersama-sama memajukan dunia literasi,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2026. Pergeseran ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang menuntut pustakawan untuk melek digital dan mampu mengelola informasi secara efektif.
Di Way Kanan, transformasi ini diwujudkan melalui berbagai program inovatif, seperti perpustakaan digital, layanan baca keliling, dan pelatihan literasi informasi bagi masyarakat. Agung menekankan bahwa penguatan literasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif pustakawan, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi Lintas Sektor untuk Literasi Berkelanjutan
Agung mengajak seluruh pustakawan untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, lembaga swasta, media, dan komunitas literasi. Sinergi ini diyakini mampu memperluas manfaat layanan perpustakaan bagi masyarakat. “Ayo kita bersinergi untuk memajukan dunia literasi daerah. Mari bekerja sama menjalankan berbagai program yang bermanfaat,” ujarnya.
Berikut adalah beberapa pihak yang diajak berkolaborasi dalam program literasi di Way Kanan:
| Pihak | Peran | Program Contoh |
|---|---|---|
| Dinas Pendidikan | Integrasi literasi di sekolah | Pojok baca kelas |
| Komunitas Literasi | Menggerakkan relawan baca | Perpustakaan keliling |
| Media Lokal | Sosialisasi dan kampanye | Rubrik literasi |
| Pemerintah Desa | Penyediaan ruang baca | Perpustakaan desa |
Kronologi Peringatan Hari Pustakawan di Way Kanan
Peringatan Hari Pustakawan tahun ini di Way Kanan diawali dengan serangkaian kegiatan sejak awal Juli 2026. Berikut kronologinya:
- 1-5 Juli 2026: Pekan literasi di perpustakaan daerah, lomba bercerita, dan bedah buku.
- 6 Juli 2026: Puncak peringatan dengan upacara dan sambutan Kepala Dinas Perpustakaan, Achmad Agung Bramtihalley.
- 7-8 Juli 2026: Seminar peran pustakawan digital dan pelatihan literasi informasi bagi pustakawan dan masyarakat.
- 9 Juli 2026: Penandatanganan MoU dengan komunitas literasi dan media untuk program sinergi.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat Way Kanan
Penguatan sinergi literasi diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat Way Kanan. Pertama, peningkatan minat baca dan kemampuan literasi informasi, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda. Kedua, terbukanya akses lebih luas terhadap bahan bacaan berkualitas melalui program perpustakaan digital dan keliling. Ketiga, terbangunnya ekosistem literasi yang berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak.
Agung menambahkan, “Dengan kolaborasi tersebut, budaya literasi di Way Kanan diharapkan semakin berkembang dan berkelanjutan, untuk mewujudkan Way Kanan mandiri dan sejahtera.” Implikasi jangka panjangnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia yang pada gilirannya mendorong pembangunan daerah.
Peran Media dan Komunitas dalam Sinergi Literasi
Agung secara khusus mengajak insan media dan komunitas untuk berperan aktif. Media dapat membantu menyebarluaskan informasi tentang program literasi dan mengkampanyekan gemar membaca. Komunitas, seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan pegiat literasi, dapat menjadi motor penggerak di tingkat akar rumput. “Mari kita bersama-sama menjadikan literasi sebagai gerakan bersama, bukan sekadar program pemerintah,” tegasnya.
Beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan antara lain:
- Mengadakan lomba resensi buku dan menulis cerpen.
- Menyediakan pojok baca di ruang publik seperti pasar dan puskesmas.
- Mengoptimalkan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan literasi.
Penutup: Menuju Way Kanan yang Literat
Hari Pustakawan bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan untuk bertindak. Di Way Kanan, momentum ini telah mendorong lahirnya komitmen bersama antara pemerintah, pustakawan, komunitas, dan media. Dengan sinergi yang kuat, budaya literasi bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang mulai terwujud. Setiap langkah kecil menuju masyarakat gemar membaca adalah investasi berharga bagi masa depan Way Kanan yang mandiri dan sejahtera.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










