Pemkab Bangkalan Bekali Pelajar Literasi Digital: Etika Bermedia Sosial untuk Generasi Muda
Suara Pecari, Bangkalan – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengambil langkah proaktif dalam membekali para pelajar dengan pemahaman etika bermedia sosial. Langkah ini merupakan respons atas semakin tingginya penetrasi internet di kalangan remaja dan pentingnya kecakapan digital bagi generasi muda. Kepala Diskominfo Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, menjadi pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 7 Bangkalan pada Kamis, 16 Juli 2026. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan materi bertajuk “Sopan dan Santun Bermedia Sosial Menjadi Pelajar Berkarakter di Dunia Digital”.
Mengapa Literasi Digital Penting bagi Pelajar?
Di era digital saat ini, hampir seluruh aspek kehidupan remaja tidak lepas dari internet dan media sosial. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, penetrasi internet di kalangan usia 13-18 tahun mencapai 98,7%. Namun, sayangnya literasi digital belum sebanding dengan tingginya akses. Banyak kasus cyberbullying, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian yang melibatkan pelajar. Oleh karena itu, Pemkab Bangkalan merasa perlu memberikan edukasi sejak dini agar para siswa tidak hanya menjadi pengguna aktif, tetapi juga pengguna yang bijak dan bertanggung jawab.
Materi Etika Bermedia Sosial: Sopan Santun di Dunia Maya
Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Zainal Alim mengajak seluruh siswa untuk menjadikan media sosial sebagai ruang belajar, wadah berkarya, dan sarana berbagi informasi yang bermanfaat. Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi yang masif harus diimbangi dengan etika digital yang kuat. “Platform digital jangan disalahgunakan sebagai sarana penyebaran ujaran kebencian, perundungan, maupun berita palsu,” ujarnya di hadapan puluhan siswa.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam materi meliputi:
- Berpikir sebelum mengunggah: Setiap konten yang diunggah akan meninggalkan jejak digital yang dapat memengaruhi masa depan, seperti saat melamar pekerjaan atau melanjutkan studi.
- Menghargai pendapat orang lain: Perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun harus disikapi dengan sopan tanpa menyerang pribadi.
- Waspada terhadap cyberbullying: Perundungan di dunia maya dapat berdampak psikologis serius, seperti depresi dan kecemasan. Siswa diajarkan cara mengenali dan melaporkan tindakan tersebut.
- Tidak menyebarkan hoaks: Sebelum membagikan informasi, pastikan kebenarannya dengan melakukan verifikasi dari sumber terpercaya.
Dampak Cyberbullying dan Cara Antisipasi
Zainal Alim juga memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya cyberbullying. Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pada tahun 2025 terdapat lebih dari 2.000 laporan kasus perundungan siber yang melibatkan anak-anak dan remaja. Dampak psikologis bagi korban meliputi penurunan rasa percaya diri, gangguan tidur, hingga keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Oleh karena itu, Diskominfo Bangkalan mengajarkan langkah antisipasi yang harus dilakukan jika mengalami atau menyaksikan perundungan siber:
| Langkah | Deskripsi |
|---|---|
| 1. Jangan membalas | Menghindari respons emosional yang dapat memperburuk situasi. |
| 2. Simpan bukti | Tangkapan layar (screenshot) dan catat waktu kejadian. |
| 3. Laporkan ke platform | Gunakan fitur pelaporan di media sosial. |
| 4. Ceritakan pada orang dewasa | Orang tua, guru, atau konselor sekolah. |
| 5. Cari bantuan profesional | Jika dampak psikologis berat, konsultasikan ke psikolog. |
Komitmen Bersama: Menjadi Pelajar Berkarakter Digital
Di akhir sesi, para peserta MPLS diajak membangun komitmen bersama untuk selalu berkomentar dengan sopan, tidak melakukan perundungan terhadap teman, serta tidak menyebarkan hoaks. Komitmen ini kemudian dituliskan dalam bentuk poster digital yang akan dipajang di mading sekolah. Kepala SMP Negeri 7 Bangkalan, Siti Nurhayati, menyambut baik kegiatan ini. “Kami berharap literasi digital seperti ini bisa menjadi program rutin, tidak hanya saat MPLS. Anak-anak perlu terus diingatkan agar tidak terjebak dalam perilaku negatif di dunia maya,” ujarnya.
Implikasi bagi Pendidikan dan Masyarakat
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Bangkalan Cerdas Digital” yang digagas Diskominfo. Program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga guru dan orang tua. Dengan demikian, literasi digital dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah dan rumah. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah menurunnya angka cyberbullying, penyebaran hoaks, dan meningkatnya partisipasi positif remaja di media sosial. Selain itu, generasi muda yang cakap digital diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk berkarya dan berinovasi, bukan sekadar konsumen pasif.
Penanaman literasi digital ini merupakan investasi masa depan. Di tengah derasnya arus informasi, karakter dan etika menjadi tameng utama bagi generasi muda. Dengan bekal yang diberikan Pemkab Bangkalan, para pelajar diharapkan tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga cerdas dan beretika di dunia maya. Langkah kecil ini adalah fondasi untuk mewujudkan masyarakat digital yang sehat dan produktif.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










