Disdikbud Pamekasan Kenalkan Alat Pertanian Tradisional ke Pelajar
Suara Pecari, Pamekasan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan menggelar Pameran Temporer Museum Mandhilaras di kawasan Monumen Arek Lancor pada 28 hingga 30 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan peralatan pertanian tradisional dan pengolahan pangan kepada para pelajar.
Analis Budaya Disdikbud Pamekasan, Herdyanto Wijaya, mengatakan komoditas yang diperkenalkan disesuaikan dengan kebiasaan bercocok tanam masyarakat Madura, yaitu padi, jagung, dan tembakau. “Kami mengajarkan ini agar anak-anak tahu dasar mengolah, sehingga nanti mereka bisa menggabungkan dengan teknologi yang ada sekarang. Paling utama, pangan kita terselamatkan,” ujarnya, Rabu, 29 Juli 2026.
Alat Pertanian yang Dipamerkan
Beragam alat pertanian tradisional dipamerkan, antara lain lesung, ani-ani, tampah, dan bajak yang ditarik sapi. Alat-alat ini merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat agraris Madura. Herdy menekankan bahwa tradisi dan peralatan tersebut merekam perjalanan dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Edukasi Berbasis Warisan Budaya
Pameran ini menjadi salah satu upaya Disdikbud Pamekasan untuk melestarikan warisan budaya pertanian. Dengan mengenalkan alat tradisional, pelajar diharapkan memahami akar budaya dan mampu mengadaptasi teknologi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional. Kegiatan ini juga mendukung ketahanan pangan melalui edukasi sejak dini.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










