17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Berjalan, Tampung Siswa Berprestasi
Suara Pecari – Pemerintah resmi menjalankan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi di seluruh Indonesia. Program ini mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu manajemen sekolah guna menciptakan sistem pendidikan yang lebih efisien dan terpadu.
Transformasi Kelembagaan dan Integrasi Fasilitas
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menjelaskan bahwa SNT menggabungkan dua jenjang pendidikan, SMP dan SMA, menjadi satu institusi dengan manajemen yang terpusat. Selain itu, integrasi juga mencakup pemanfaatan fasilitas seperti sarana olahraga dan laboratorium yang dapat digunakan bersama oleh siswa dari kedua jenjang.
Penerimaan Siswa Berprestasi dari Berbagai Daerah
Pada tahap awal, sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi mulai menampung siswa dari berbagai daerah, termasuk Aceh, Maluku Utara, Sulawesi, Kalimantan Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Siswa yang diterima dipilih berdasarkan prestasi akademik dan nonakademik, seperti olahraga dan seni budaya.
Seleksi Siswa
- Rekomendasi dari kepala sekolah dan kepala daerah
- Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA)
- Penilaian kemampuan akademik dan nonakademik
- Hasil tes skolastik
Seleksi ketat ini bertujuan menjaga mutu pendidikan yang diberikan di SNT.
Kurikulum dan Kapasitas Sekolah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Muti, menyatakan bahwa SNT menerapkan kurikulum nasional dengan tambahan keunggulan di bidang bahasa, akademik, olahraga, dan bidang lainnya. Setiap jenjang SMP dan SMA di SNT hanya menerima 40 siswa per angkatan, sehingga total kapasitas adalah 80 siswa per sekolah untuk menjaga kualitas pembelajaran.
Fasilitas Pendidikan dan Beasiswa
Para siswa SNT mendapatkan pendidikan secara gratis lengkap dengan beasiswa penuh. Pemerintah juga menyediakan dukungan sarana dan prasarana yang memadai demi menunjang proses belajar mengajar.
Kelanjutan Pendidikan dan Pengembangan Program
Lulusan SMP di SNT dapat melanjutkan ke SMA SNT tanpa seleksi ulang, sementara lulusan SMA diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri sesuai kemampuan masing-masing.
Pemerintah mengubah konsep awal SNT dengan menargetkan satu sekolah di setiap kabupaten atau kota, bukan di setiap kecamatan. Sistem asrama juga tidak diterapkan agar siswa bisa tetap tinggal di daerah asal mereka. Dukungan dari kepala daerah sangat dibutuhkan dalam penyediaan lahan dan pembangunan SNT agar program ini dapat berkembang ke berbagai wilayah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









