Ospek di UGM Seperti KKN Mini, Tak Ada Perpeloncoan

Ospek di UGM Seperti KKN Mini, Tak Ada Perpeloncoan

Suara Pecari – Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi bagi mahasiswa baru (PIONIR) yang menerapkan konsep tanpa kekerasan dan perpeloncoan. Kegiatan ini berlangsung selama dua pekan dan diikuti oleh 11.099 mahasiswa baru program sarjana dan sarjana terapan.

Konsep Ospek seperti KKN Mini

PIONIR UGM dirancang menyerupai kuliah kerja nyata (KKN) mini, di mana mahasiswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat. Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menegaskan bahwa prinsip inklusivitas, non-violence (tanpa kekerasan), dan tanpa penugasan menjadi landasan utama kegiatan ini.

Pengembangan Soft Skill dan Aksi Nyata

Mahasiswa baru diberi materi tentang nilai-nilai ke-Jogja-an serta kemampuan bersosialisasi melalui program action plan. Kegiatan ini melibatkan interaksi dengan warga di 20 kelurahan di Sleman dan Kota Yogyakarta, yang menjadi lokasi pelaksanaan action plan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah penanaman berbagai jenis bibit pohon di lingkungan kampus dan masyarakat sebagai bagian dari konsep green campus.

Penanaman Pohon dan Kepedulian Lingkungan

Mahasiswa membawa bibit pohon, termasuk tabulampot, yang kemudian ditanam di lingkungan masyarakat sekitar. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan kepedulian sosial.

Kegiatan Sesuai Aturan dan Tanpa Perpeloncoan

Jam kegiatan PIONIR diatur mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB sesuai Peraturan Rektor UGM. Mahasiswa baru tidak diberikan tugas selama orientasi berlangsung dan tidak ada kegiatan yang bersifat kekerasan atau perpeloncoan. Dalam hal berpakaian, mahasiswa hanya diwajibkan mengenakan jas almamater dan caping sebagai pelindung dari panas, tanpa kostum yang berlebihan.

Materi Kontekstual dan Pengembangan Karakter

Selain pengenalan lingkungan, mahasiswa mendapatkan materi literasi digital, literasi keuangan, serta kesehatan mental yang relevan dengan isu sosial saat ini. Hal ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Srawung dengan Lingkungan Kos

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, menambahkan bahwa mahasiswa baru diajak mengenali dan menghormati lingkungan sosial tempat mereka tinggal selama menempuh pendidikan. Interaksi langsung dengan warga memberikan pembelajaran tentang adab, toleransi, dan sikap rendah hati yang menjadi bagian dari karakter sarjana yang diharapkan UGM.

Nilai Kerakyatan dalam Pendidikan

Kegiatan PIONIR yang menyerupai KKN mini ini menanamkan nilai kerakyatan sesuai jati diri UGM sebagai Universitas Kerakyatan, mengajak mahasiswa baru untuk berkontribusi dan beradaptasi dengan masyarakat sekitar secara positif dan konstruktif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *