Jelang Muktamar NU, Maruf Amin Minta Jangan Ada Transaksi dalam Pemilihan AHWA
Suara Pecari, Jakarta – Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU), KH Maruf Amin, menegaskan agar proses pemilihan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 NU berlangsung secara murni tanpa adanya transaksi maupun mobilisasi dukungan. Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan tertutup dengan sejumlah ulama sepuh NU di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
AHWA dan Perannya dalam Muktamar NU
AHWA merupakan majelis musyawarah khusus yang berperan penting dalam memilih Rais Aam, pemimpin tertinggi NU. Anggota AHWA terdiri dari ulama sepuh yang dipilih berdasarkan kapasitas dan integritas, mencerminkan representasi ulama terbaik dalam organisasi.
Seruan Maruf Amin untuk Pemilihan yang Bersih
Maruf Amin menyampaikan keprihatinannya terkait potensi praktik transaksi dan mobilisasi dukungan yang bisa mencederai proses pemilihan AHWA. Ia menegaskan bahwa pemilihan harus lahir dari hati nurani dan tidak boleh menjadi paket pesanan yang diiringi pembayaran atau tekanan dari pihak manapun.
“Pemilihan AHWA harus mewakili ulama yang memiliki kapasitas dan integritas, bukan hasil transaksi atau mobilisasi dukungan,” ujar Maruf Amin. Ia berharap Muktamar NU dapat berjalan dengan legitimasi yang kuat, sehingga hasilnya diterima secara lapang oleh seluruh pihak.
Membedakan Transaksi Dukungan dan Tabarruk
Maruf Amin juga menjelaskan perbedaan antara transaksi dukungan yang bersifat politis dengan praktik tabarruk (mencari keberkahan) antara santri dan kiai. Menurutnya, pemberian yang dilakukan sebagai bentuk tabarruk tanpa motif lain bukanlah hal yang dikhawatirkan.
Namun, penggalangan dukungan yang melibatkan pembayaran dan mobilisasi untuk mengamankan paket tertentu harus dihindari agar tidak menimbulkan keraguan terhadap legitimasi Muktamar.
Tokoh Ulama Sepuh yang Hadir
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah kiai sepuh NU secara langsung dan melalui Zoom, antara lain KH Anwar Manshur, KH Ubab Maimoen, KH Mustofa Bisri, Said Aqil Siroj, KH Idris Hamid, KH Kafabihi Mahrus, dan lainnya.
Jadwal Muktamar NU ke-35
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama direncanakan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Muktamar ini menjadi momentum penting bagi NU untuk memilih kepemimpinan tertinggi secara demokratis dan berintegritas.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










