Sosok Dian Mulia Wardhana Tersangka Kasus Korupsi Unsoed, Dikenal Drummer Band Supernova
Suara Pecari, Purwokerto – Dian Mulia Wardhana, yang dikenal sebagai drummer band Supernova, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kasus ini juga menyeret Rektor Unsoed serta beberapa pejabat kampus dan pihak swasta lainnya.
Dian Mulia Wardhana, yang akrab disapa Katink, adalah staf khusus Wakil Rektor III Unsoed. Menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian berperan sebagai perantara dalam permintaan uang sebesar Rp 650 juta kepada orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed. Uang tersebut diminta di luar biaya resmi seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI), sehingga menimbulkan beban tambahan yang memberatkan bagi calon mahasiswa baru.
Fakta Utama Kasus Korupsi di Unsoed
- KPK menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan korupsi jalur mandiri Unsoed, termasuk Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor III Norman Arie Prayoga, dan Kepala Bagian Akademik Eko Sumanto.
- Tiga tersangka lainnya berasal dari pihak swasta, yaitu Dian Mulia Wardhana (drummer Supernova), Adhi Wiharto (politikus Gerindra Banyumas), dan Mulyono (keponakan Rektor Unsoed).
- Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan di Purwokerto dan Jakarta pada 20 Agustus 2026.
- Dian berperan sebagai perantara permintaan uang kepada orang tua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran senilai Rp 650 juta.
- Para tersangka ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK sejak 21 Agustus 2026 untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Latar Belakang dan Peran Dian Mulia Wardhana
Dian Mulia Wardhana cukup dikenal di masyarakat Purwokerto, tidak hanya sebagai staf khusus di lingkungan Unsoed, tetapi juga sebagai drummer band Supernova yang berasal dari kota tersebut. Nama panggungnya adalah Katink atau Cutting. Keterlibatan Dian dalam kasus korupsi ini menjadi sorotan karena mengaitkan dunia hiburan dengan praktik korupsi di lembaga pendidikan tinggi.
Selain Dian, KPK juga menetapkan Adhi Wiharto, politikus dari Partai Gerindra Banyumas, dan Mulyono, keponakan Rektor Unsoed, sebagai tersangka. Ketiganya diduga memiliki peran dalam memuluskan proses penerimaan mahasiswa baru dengan cara yang tidak sesuai prosedur serta meminta uang di luar biaya resmi.
Dampak Kasus terhadap Band Supernova
Penetapan Dian sebagai tersangka turut berimbas pada keberlanjutan band Supernova. Vokalis band tersebut, Angga, mengaku pertama kali mengetahui kabar ini dari pemberitaan media dan segera melakukan konfirmasi internal. Band Supernova sempat vakum dalam dunia musik tanah air, dan kabar ini menjadi tantangan baru bagi mereka.
Konteks Lebih Luas: Usulan Penghapusan Jalur Mandiri PTN
Kasus korupsi di Unsoed ini bukan kejadian pertama terkait jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN). Pengamat pendidikan Ki Darmaningtyas menyatakan bahwa jalur mandiri berpotensi menjadi sumber korupsi dan menyarankan agar jalur ini dihapuskan. Ia mengusulkan sistem seleksi yang lebih objektif melalui jalur undangan dan tes nasional bersama. Untuk kebutuhan pendanaan PTN, subsidi silang dengan biaya yang berbeda berdasarkan kondisi ekonomi mahasiswa dinilai lebih efektif dan transparan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi institusi pendidikan tinggi agar meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku korupsi di sektor pendidikan juga penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan kualitas pendidikan.
Proses hukum terhadap Dian Mulia Wardhana dan para tersangka lainnya masih berlangsung, dan publik menanti langkah KPK dalam mengungkap tuntas kasus ini serta mendorong reformasi sistem seleksi mahasiswa di perguruan tinggi negeri.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










