Cara Universitas Udayana Sambut Maba Tak Ada Jalan Jongkok, Harus Ceria

Cara Universitas Udayana Sambut Maba Tak Ada Jalan Jongkok, Harus Ceria

Suara Pecari – Universitas Udayana (Unud) menyambut mahasiswa baru (maba) dengan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang mengedepankan sikap ceria dan tanpa perpeloncoan. Kegiatan ini berlangsung dari 1 hingga 2 Agustus 2026 dengan rangkaian pra-PKKMB yang dilakukan daring pada bulan Juli dan puncak acara secara luring.

Rangkaian Kegiatan PKKMB Prabhu Udayana 2026

Kegiatan pra-PKKMB terbagi dalam beberapa kloter berdasarkan jalur masuk mahasiswa baru, yakni SNBP, SNBT, dan mandiri. Mahasiswa baru dikelompokkan dalam gugus-gugus yang masing-masing terdiri atas sekitar 100 orang, dengan total peserta mencapai sekitar 6.799 mahasiswa. Kegiatan awal meliputi temu pendamping gugus dengan pemaparan materi tentang profil dan budaya Universitas Udayana, serta pengembangan diri dan mentoring oleh mahasiswa aktif berpengalaman.

Salah satu kegiatan unggulan adalah Gemilang Widyabhawana, berupa paper mob yang diadakan pada 27 Juli 2026 dan melibatkan sekitar 5.400 mahasiswa baru dari jalur SNBP dan SNBT. Sebelum pelaksanaan, terdapat sosialisasi dari Dinas Perhubungan, komunitas NGO, dan organisasi olahraga Provinsi Bali.

Pelaksanaan Hari Puncak dan Materi PKKMB

Hari puncak PKKMB berlangsung pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2026. Pada hari pertama, mahasiswa menerima materi dari berbagai unit internal kampus, termasuk rektorat, Satgas PPKPT, perpustakaan, serta Kejaksaan Tinggi Bali. Materi tersebut membahas implementasi pedoman PKKMB dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta pengembangan diri, bela negara, kebangsaan, dan pengabdian masyarakat.

Hari kedua difokuskan pada pengenalan organisasi mahasiswa (ormawa) dari 29 Unit Kegiatan Mahasiswa, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dari 13 fakultas. Selain itu, terdapat paguyuban mahasiswa dari berbagai daerah yang menampilkan budaya khas masing-masing, seperti Minang, Toraja, NTT, dan Jawa.

Sikap Humanis Tanpa Perpeloncoan

Ketua Pelaksana PKKMB Prabhu Udayana 2026, I Kadek Krishna Suputra, menegaskan bahwa tidak ada praktik perpeloncoan atau penindakan berlebihan terhadap mahasiswa baru. Fokus kegiatan adalah pembentukan karakter dan eksplorasi masa depan dengan suasana yang ceria. Panitia dan pendamping diwajibkan bersikap ramah dan menyemangati mahasiswa baru dengan yel-yel positif selama kegiatan.

Apabila terjadi pelanggaran, penindakan dilakukan secara humanis sesuai standar operasional prosedur (SOP) oleh sie keamanan. Mahasiswa yang melanggar diperingatkan dan diberikan kesempatan memperbaiki tanpa kekerasan atau bentakan, dengan ancaman ketidaklulusan PKKMB jika kesalahan diulangi.

Tugas Terjun ke Masyarakat dan Pengembangan Diri

PKKMB tahun ini mengangkat tema aksi nyata terjun ke masyarakat dengan tiga fokus, yakni kelestarian lingkungan, kegiatan sosial, dan ekonomi. Mahasiswa baru melakukan sosialisasi tentang pengelolaan sampah dan daur ulang, kesehatan mental, pencegahan kekerasan seksual, serta promosi produk UMKM Bali.

Selain itu, mahasiswa diajak memaparkan kebudayaan masing-masing dalam video interaktif, belajar branding diri, serta membuat CV sesuai standar perusahaan sebagai persiapan memasuki dunia kerja. Kegiatan lain termasuk tarian Dance Bakti Udayana yang dilakukan di lokasi bersejarah kampus dengan penjelasan makna di balik tempat tersebut.

Penilaian Terhadap Perpeloncoan

Menurut Krishna, praktik perpeloncoan sudah tidak relevan karena menciptakan tensi negatif antara mahasiswa baru dan lama. Orientasi di Universitas Udayana diupayakan menjadi proses memanusiakan manusia dengan pendekatan yang humanis dan ceria, tanpa tindakan berlebihan yang dapat menimbulkan konflik berkepanjangan.

PKKMB menjadi sarana transisi dari budaya siswa menjadi mahasiswa yang mandiri, berkarakter, dan progresif dalam menempuh studi. Diharapkan nilai-nilai kampus dan budaya yang diterapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru untuk meraih kesuksesan akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *