Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Erupsi dan Gempa Letusan: Status Siaga Diperpanjang

Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Erupsi dan Gempa Letusan: Status Siaga Diperpanjang

Suara Pecari | Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Erupsi dan Gempa Letusan LPP RRI sepanjang Senin, 8 Juni 2026, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang intensif, dengan dominasi erupsi dan gempa letusan yang masih terjadi secara periodik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan bahwa selama periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat 16 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 13 hingga 22 milimeter dan durasi 69 hingga 122 detik. Aktivitas ini menunjukkan bahwa Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Erupsi dan Gempa Letusan LPP RRI masih berlangsung signifikan. Selain itu, terjadi pula empat kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 3 milimeter dan durasi 31 hingga 110 detik, serta dua kali gempa embusan dan lima kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, Gunung Semeru terpantau jelas hingga tertutup kabut. Asap kawah utama terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang, dan tinggi kolom asap mencapai 100 hingga 300 meter di atas puncak. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah dengan angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut.

Sejak pukul 05.25 WIB, Gunung Semeru tercatat mengalami lima kali erupsi. Tinggi kolom abu pada beberapa erupsi teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak. Namun, erupsi yang terjadi pada pukul 11.16 WIB menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak, atau mencapai ketinggian 4.376 meter di atas permukaan laut. Fenomena ini menegaskan bahwa Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Erupsi dan Gempa Letusan LPP RRI perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.

Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terdampak awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terkena lontaran material pijar. PVMBG juga mengimbau kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan banjir lahar di sepanjang sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran tersebut.

Mengingat intensitas erupsi dan gempa letusan yang masih tinggi, masyarakat diharapkan selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan pihak berwenang setempat. Aktivitas Gunung Semeru Didominasi Erupsi dan Gempa Letusan LPP RRI menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Dengan status siaga yang masih berlaku, semua pihak diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan