Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kulon Progo DIY, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kulon Progo DIY, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Suara Pecari | Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kulon Progo DIY LPP RRI pada Rabu, 10 Juni 2026, pukul 16:58 WIB, mengguncang wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik ini memiliki magnitudo 2,4 dengan episenter terletak pada koordinat 8.52 Lintang Selatan dan 109.76 Bujur Timur, tepatnya sekitar 90 kilometer barat daya Kulon Progo. Kedalaman gempa tercatat 68 kilometer di bawah permukaan laut, termasuk dalam kategori gempa dangkal.

BMKG menegaskan bahwa Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kulon Progo DIY LPP RRI tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meskipun getaran dirasakan oleh sebagian warga, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa. Pihak berwenang setempat masih melakukan pemantauan dan pengumpulan data dampak gempa. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala BMKG Wilayah Yogyakarta, melalui keterangan resmi, menyatakan bahwa informasi awal gempa ini mengutamakan kecepatan penyampaian sehingga data masih dapat berubah seiring dengan pembaruan hasil analisis. Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kulon Progo DIY LPP RRI merupakan gempa dengan magnitudo kecil yang lazim terjadi di wilayah selatan Jawa akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia.

Getaran gempa dirasakan di beberapa kecamatan di Kulon Progo seperti Wates, Sentolo, dan Pengasih dengan skala intensitas II hingga III MMI (Modified Mercalli Intensity), artinya getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang. Masyarakat yang merasakan getaran melaporkan sensasi seperti ada kendaraan berat melintas. Namun, hingga saat ini aktivitas warga berjalan normal dan tidak ada kepanikan berarti.

BMKG mengingatkan bahwa wilayah DIY dan sekitarnya memang rawan gempa bumi. Oleh karena itu, masyarakat perlu selalu waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kulon Progo DIY LPP RRI menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan infrastruktur atau korban jiwa. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu merujuk pada data resmi dari BMKG.

Kesimpulannya, gempa bumi dengan magnitudo kecil seperti Gempa Magnitudo 2,4 Landa Kulon Progo DIY LPP RRI merupakan fenomena alam yang umum terjadi. Meskipun tidak menimbulkan dampak signifikan, kejadian ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan terus mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi lebih lanjut akan disampaikan jika ada perkembangan baru.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan