Viral! Ketua DPRD Bone Andi Tenri Diduga Aniaya Staf, Korban Yuli Nofita Sari Jadi Tulang Punggung Keluarga

Viral! Ketua DPRD Bone Andi Tenri Diduga Aniaya Staf, Korban Yuli Nofita Sari Jadi Tulang Punggung Keluarga

Suara Pecari, BONE – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, terhadap staf Sekretariat DPRD Bone, Yuli Nofita Sari (29), menjadi perbincangan hangat di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (22/7/2026) di kantin Gedung DPRD Bone itu menimbulkan gelombang simpati publik, terutama setelah terungkap bahwa Yuli adalah anak yatim yang menjadi tulang punggung keluarga.

Yuli, yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, mengaku dilempari kue dan disiram air oleh Ketua DPRD Bone saat dirinya tengah menjalankan tugas. Insiden bermula ketika Andi Tenri meminta sisa kue yang seharusnya untuk tamu dari Sidrap. Yuli yang bertugas menyiapkan konsumsi tamu kemudian menanyakan keberadaan kue tersebut, yang memicu kemarahan sang ketua.

“Saya dilempar kue, disiram air, dan bahkan ada botol yang dilemparkan ke arah saya,” ujar Yuli saat ditemui di Mapolres Bone, Jumat (24/7/2026). Ia mengaku sangat kecewa karena tidak ada satu pun pejabat atau staf yang hadir di kantin saat itu yang berusaha melerai. “Banyak laki-laki di situ, tapi tidak ada yang bersikap manusiawi untuk menghentikan perlakuan itu,” tambahnya.

Di balik peristiwa tersebut, Yuli menyimpan kisah pilu. Sejak ayahnya meninggal pada 2020, ia menjadi tulang punggung keluarga, menghidupi ibu dan dua adiknya. “Saya yang mengurus semuanya. Gaji PPPK ini sangat berarti bagi kami,” kata Yuli sambil menahan tangis.

Sementara itu, Andi Tenri Walinonong membantah telah menganiaya Yuli. Dalam keterangannya, ia mengaku hanya menyuapi kue dan memukul meja karena kesal mendengar laporan bahwa Yuli tidak kooperatif. “Saya tidak melempar atau menyiram. Itu tuduhan yang tidak benar,” ujar politisi berusia 32 tahun itu. Namun, Yuli bersikeras pada laporannya dan menolak berdamai. Ia juga berencana melaporkan Ketua DPRD Bone ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone terkait pelanggaran kode etik.

Keberadaan kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian menjadi sorotan. Hingga kini, Sekretaris DPRD (Sekwan) Bone, Andi Muchlis, belum memberikan penjelasan apakah CCTV berfungsi atau tidak. Padahal, rekaman CCTV diyakini dapat mengungkap kronologi sebenarnya.

Polres Bone telah menerima laporan Yuli dan tengah menyelidiki kasus ini. Kasus dugaan penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone ini menyita perhatian publik karena melibatkan seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan. Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan adil, serta memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan di lingkungan kerja.

Kisah Yuli Nofita Sari, seorang staf yang juga tulang punggung keluarga, menjadi pengingat bahwa di balik jabatan dan kekuasaan, ada nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi. Publik menanti langkah selanjutnya dari aparat penegak hukum dan institusi DPRD Bone dalam menangani kasus ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *