Ban Lepas di Rel, Pikap Tertabrak Kereta Api Sembrani di Weleri Kendal

Ban Lepas di Rel, Pikap Tertabrak Kereta Api Sembrani di Weleri Kendal

Suara Pecari, Kendal – Sebuah mobil pikap mengalami kecelakaan setelah ban belakang kiri terlepas di tengah perlintasan kereta api di Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kendal, pada Jumat siang, 18 September 2026 pukul 11.39 WIB. Insiden ini menyebabkan pikap tersebut tertabrak oleh Kereta Api Sembrani jurusan Surabaya-Jakarta.

Kejadian bermula saat mobil pikap bernopol H 8099 BG yang dikemudikan Mukrim, warga Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, melintasi perlintasan kereta api dengan palang pintu yang dijaga petugas. Tiba-tiba, as roda belakang sebelah kiri mobil patah sehingga ban terlepas dan mobil berhenti di tengah rel.

Setelah menyadari kondisi tersebut, sopir segera turun dari kendaraan dan menuju pos palang pintu untuk memberi tahu petugas. Petugas bersama warga sekitar langsung mengibarkan bendera sebagai tanda agar Kereta Api Sembrani dapat melakukan pengereman. Namun, karena kecepatan kereta yang cukup tinggi dan jarak yang terlalu dekat, pengereman tidak berhasil sehingga kereta menghantam bagian samping kanan pikap, menyebabkan kerusakan serius.

Penyebab dan Proses Kecelakaan

Kapolsek Weleri, AKP Yulianto, menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah patahnya as roda belakang kiri mobil sehingga ban lepas saat melewati perlintasan. Keterangan ini diperoleh dari sopir saat dimintai keterangan di kantor Kepolisian Weleri.

Saat insiden berlangsung, palang pintu mulai menutup dan tanda peringatan kereta berbunyi. Meskipun sudah ada upaya dari petugas dan warga untuk memberi tanda dengan bendera, jarak yang sangat dekat dan kecepatan kereta membuat tabrakan tidak terhindarkan.

Korban dan Dampak

Sopir pikap, Mukrim, dilaporkan selamat tanpa luka serius. Sementara itu, kerusakan pada mobil pikap cukup parah di bagian samping kanan akibat benturan dengan lokomotif kereta api Sembrani dengan nomor loko CC 2061346.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengonfirmasi bahwa insiden terjadi di perlintasan jalur sebidang JPL 75 antara Stasiun Weleri dan Stasiun Krengseng, tepatnya di KM 41+500.

Konteks Keselamatan di Perlintasan Kereta Api

Perlintasan sebidang dengan palang pintu pengaman merupakan titik rawan kecelakaan jika terjadi gangguan teknis pada kendaraan atau kelalaian pengemudi. Kecelakaan seperti ini menegaskan pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum melintasi rel kereta api dan kewaspadaan tinggi terhadap tanda peringatan kereta.

Petugas yang berjaga dan masyarakat sekitar juga berperan penting dalam memberikan peringatan dini apabila terjadi kondisi darurat di perlintasan. Namun, kecepatan kereta dan jarak yang terbatas seringkali menjadi kendala dalam menghindari kecelakaan.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya perawatan kendaraan yang baik dan penerapan protokol keselamatan di perlintasan kereta api demi mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *