Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Kampanyekan Bijak Energi dan Subsidi Tepat
Suara Pecari, Jambi – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus menggencarkan kampanye Bijak Energi dan Subsidi Tepat sebagai bagian dari komitmen mendukung efisiensi energi nasional dan keberlanjutan program subsidi pemerintah. Dalam kampanye yang digelar pada Senin, 13 Juli 2026, perusahaan mengajak masyarakat untuk tidak hanya menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan, tetapi juga memastikan bahwa BBM bersubsidi hanya digunakan oleh mereka yang berhak. Langkah ini menjadi krusial mengingat meningkatnya konsumsi energi dan potensi penyalahgunaan subsidi yang dapat membebani anggaran negara.
Pentingnya Memilih BBM Sesuai Spesifikasi Kendaraan
Setiap kendaraan memiliki karakteristik mesin yang dirancang untuk bekerja optimal pada tingkat oktan tertentu. Penggunaan BBM dengan RON (Research Octane Number) yang tidak sesuai dapat menyebabkan penurunan performa, konsumsi bahan bakar boros, hingga kerusakan mesin jangka panjang. Rusminto Wahyudi, Area Manager Communication, Relations CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, menjelaskan bahwa kendaraan modern dengan teknologi injeksi dan turbocharger umumnya memerlukan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax (RON 92) atau Pertamax Turbo (RON 98). Sebaliknya, kendaraan konvensional dengan rasio kompresi rendah masih dapat menggunakan Pertalite (RON 90) atau Premium. Namun, seiring dengan penghapusan Premium secara bertahap, masyarakat diimbau beralih ke Pertalite atau lebih baik lagi Pertamax.
Perbandingan Jenis BBM dan Rekomendasi Penggunaan
| Jenis BBM | RON | Rekomendasi Kendaraan |
|---|---|---|
| Pertalite | 90 | Kendaraan dengan kompresi rendah (umumnya produksi sebelum 2015) |
| Pertamax | 92 | Kendaraan modern dengan kompresi sedang, sebagian besar mobil saat ini |
| Pertamax Turbo | 98 | Kendaraan berperforma tinggi, turbo, dan mesin Eropa |
| Biosolar | CN 48 | Kendaraan diesel (subsidi untuk transportasi umum dan sektor prioritas) |
Data tersebut menunjukkan bahwa pemilihan BBM yang tepat tidak hanya menguntungkan mesin, tetapi juga menekan emisi gas buang. Pembakaran sempurna menghasilkan lebih sedikit polutan, mendukung target pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan meningkatkan kualitas udara.
Subsidi Tepat dan Digitalisasi SPBU
Program Subsidi Tepat yang diimplementasikan Pertamina sejak beberapa tahun terakhir bertujuan agar BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite hanya dinikmati oleh sektor-sektor prioritas: transportasi umum, usaha mikro, pertanian, perikanan, dan masyarakat kurang mampu. Untuk memastikan ketepatan sasaran, Pertamina telah menerapkan sistem digitalisasi di SPBU, termasuk penggunaan QR Code bagi konsumen yang telah terdaftar dalam basis data subsidi. Setiap pembelian BBM subsidi harus discan melalui aplikasi MyPertamina atau kartu identitas yang terintegrasi. Langkah ini mengurangi potensi penyalahgunaan oleh kendaraan pribadi mewah atau industri besar yang seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi.
Langkah Mendapatkan BBM Subsidi dengan QR Code
- Unduh aplikasi MyPertamina dan daftarkan data diri serta nomor kendaraan.
- Lakukan verifikasi data oleh petugas Pertamina atau melalui kantor Samsat setempat.
- Setelah terdaftar, konsumen akan mendapatkan QR Code khusus yang dapat digunakan di SPBU.
- Tunjukkan QR Code kepada operator SPBU setiap kali melakukan pembelian BBM subsidi.
- Pembelian dibatasi sesuai kuota harian dan jenis kendaraan yang telah ditentukan.
Rusminto menambahkan bahwa stok BBM di wilayah Sumbagsel saat ini dalam kondisi aman. Pertamina mengoptimalkan suplai dari terminal BBM ke seluruh SPBU, termasuk di daerah terpencil. Meskipun ada fluktuasi permintaan akibat perubahan pola konsumsi, perusahaan memastikan distribusi berjalan lancar.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Industri
Kampanye Bijak Energi dan Subsidi Tepat membawa dampak luas. Bagi masyarakat, penggunaan BBM sesuai spesifikasi dapat menghemat pengeluaran bahan bakar hingga 15% karena mesin bekerja lebih efisien. Selain itu, mesin lebih awet dan biaya perawatan menurun. Bagi pemerintah, subsidi yang tepat sasaran menghemat anggaran negara yang selama ini bocor akibat penggunaan oleh pihak tidak berhak. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa potensi penghematan subsidi BBM mencapai puluhan triliun rupiah per tahun jika semua konsumen patuh pada aturan. Bagi lingkungan, pengurangan emisi dari pembakaran yang lebih bersih berkontribusi pada target pengurangan polusi udara di kota-kota besar. Sementara itu, industri otomotif juga diuntungkan karena konsumen lebih sadar akan spesifikasi kendaraan, mendorong produksi mesin yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Peran Masyarakat dalam Bijak Energi
Rusminto menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. “Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak, memilih jenis BBM sesuai spesifikasi kendaraan, serta melakukan pembelian sesuai kebutuhan. Langkah sederhana tersebut akan memberikan manfaat besar dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi dan memastikan program subsidi pemerintah dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya,” ujarnya. Edukasi terus dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk sosialisasi langsung di SPBU, media sosial, dan kerja sama dengan komunitas. Masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 atau mengakses kanal resmi Pertamina. Dengan semangat Bijak Menggunakan Energi, Pertamina berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa energi adalah sumber daya strategis yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya fosil, langkah kecil seperti memilih BBM yang tepat dan mematuhi subsidi tepat bukan hanya soal menghemat uang, melainkan investasi untuk masa depan energi Indonesia. Kampanye ini menjadi pengingat bahwa setiap konsumen memiliki peran dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










