Sejumlah Kendaraan Mogok Usai Isi Pertalite di SPBU Paringin, Pengelola Mengaku Begini
Suara Pecari | Sejumlah kendaraan mogok usai isi Pertalite di SPBU Paringin, pengelola mengaku begini. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna jalan. Banyak pemilik kendaraan yang mengeluhkan mesin mobil dan motor mereka mati mendadak setelah mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. Kejadian ini bermula pada Senin pagi, saat puluhan kendaraan mengalami gangguan mesin setelah mengisi Pertalite. Pengelola SPBU mengaku bahwa ada masalah teknis pada tangki penyimpanan yang menyebabkan tercampurnya air ke dalam bahan bakar. “Kami akui ada kesalahan, dan kami akan bertanggung jawab penuh,” ujar manager SPBU Paringin.
Sejumlah kendaraan mogok usai isi Pertalite di SPBU Paringin, pengelola mengaku begini: mereka akan mengganti rugi seluruh biaya perbaikan kendaraan yang terdampak. Hingga berita ini diturunkan, puluhan kendaraan masih dalam proses perbaikan di bengkel terdekat. Beberapa warga yang menjadi korban mengaku kecewa, karena mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menderek kendaraan. “Saya kira ini kelalaian yang tidak bisa ditolerir,” kata salah seorang pengendara motor, Ahmad.
Insiden ini mengingatkan pada peristiwa serupa di daerah lain, seperti di Palu dan Ambon, di mana antrean panjang terjadi pasca gempa karena warga panik mengisi BBM. Namun di SPBU Paringin, penyebabnya bukan bencana alam, melainkan kelalaian teknis. Sejumlah kendaraan mogok usai isi Pertalite di SPBU Paringin, pengelola mengaku begini: mereka telah membersihkan tangki dan memastikan kualitas bahan bakar kembali normal. Pihak Pertamina juga telah turun tangan untuk mengawasi proses perbaikan dan memastikan tidak ada lagi kejadian serupa.
Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli BBM, terutama di SPBU yang jarang dikunjungi. Mereka juga meminta pengelola SPBU untuk rutin memeriksa tangki penyimpanan guna mencegah kontaminasi. Kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa kelalaian kecil bisa berdampak besar bagi banyak orang. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












