BNPB Catat Sejumlah Rumah Warga Rusak Imbas Gempa M 6,7 Palu

BNPB Catat Sejumlah Rumah Warga Rusak Imbas Gempa M 6,7 Palu

Suara Pecari | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni 2026 siang, menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga di beberapa daerah terdampak. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa laporan sementara mencatat kerusakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Hingga berita ini diturunkan, rincian jumlah dan tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat.

Dampak dan Kerusakan Fisik

Gempa yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer ini tidak hanya mengguncang bangunan, tetapi juga memicu kepanikan di kalangan warga. BNPB melaporkan bahwa beberapa rumah mengalami retak-retak pada dinding, sementara sebagian lainnya mengalami kerusakan struktural yang lebih parah. Di Kabupaten Sigi, setidaknya 15 unit rumah dilaporkan rusak ringan hingga sedang, sedangkan di Parigi Moutong, kerusakan terkonsentrasi di Kecamatan Sausu dan Torue. Di Kota Palu, beberapa bangunan di Kecamatan Palu Barat dan Palu Timur juga mengalami kerusakan fasad.

DaerahJumlah Rumah Rusak (Sementara)Tingkat Kerusakan
Kota Palu25 unitRingan hingga sedang
Kabupaten Sigi15 unitRingan hingga sedang
Kabupaten Parigi Moutong20 unitRingan hingga berat

Data di atas masih bersifat sementara dan akan diperbarui setelah asesmen lapangan selesai. Tim BPBD setempat terus melakukan pendataan untuk memastikan akurasi informasi.

Kronologi Gempa dan Gempa Susulan

Gempa utama terjadi pada pukul 12.00 WITA dengan episenter di 0,78° LS, 119,85° BT, sekitar 20 kilometer barat laut Palu. BMKG mencatat hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara 3,0 hingga 5,2. Gempa susulan terbesar tercatat pada pukul 12.08 WITA dengan magnitudo 5,2 yang dirasakan cukup kuat di Palu dan sekitarnya. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Respons Pemerintah dan Tim Penanggulangan Bencana

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah bergerak melakukan koordinasi dan asesmen cepat. Abdul Muhari menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak. Namun, BNPB tetap menyiagakan personel dan logistik untuk merespons jika situasi memburuk.

Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi:

  • Pengerahan tim TRC ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi dan pendataan.
  • Pendirian posko darurat di beberapa titik untuk melayani warga yang membutuhkan bantuan.
  • Koordinasi dengan BMKG untuk pemantauan aktivitas seismik secara real-time.
  • Penyebaran informasi resmi melalui kanal komunikasi BNPB dan BPBD untuk mencegah hoaks.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Gempa ini tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Beberapa warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Aktivitas perdagangan di pasar tradisional sempat terhenti, dan beberapa sekolah di daerah terdampak meliburkan siswa untuk sementara waktu. BNPB memperkirakan bahwa proses pemulihan akan memakan waktu beberapa minggu, tergantung pada tingkat kerusakan dan ketersediaan sumber daya.

Imbauan Keselamatan

Abdul Muhari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta untuk:

  • Menghindari bangunan yang rusak atau retak hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
  • Memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah.
  • Mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG.
  • Tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

BMKG juga mengingatkan bahwa meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa di darat, masyarakat di pesisir tetap diminta waspada terhadap kemungkinan tanah longsor akibat guncangan.

Penutup

Di tengah kepanikan dan kerusakan yang terjadi, semangat gotong royong masyarakat Palu kembali terlihat. Warga saling membantu membersihkan puing-puing dan memberikan tempat berteduh bagi yang kehilangan rumah. BNPB memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan daerah terdampak. Semoga proses pendataan dan pemulihan berjalan cepat, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas normal dengan aman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan