Ratusan Sopir Bentor Desak Penundaan Malioboro Full Pedestrian

Ratusan Sopir Bentor Desak Penundaan Malioboro Full Pedestrian

Suara Pecari, Yogyakarta – Ratusan sopir becak motor (bentor) mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) DIY di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Kamis (30/7/2026). Mereka mendesak agar penerapan kawasan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian ditunda hingga seluruh bentor beralih menjadi becak listrik.

Tuntutan Sopir Bentor

Ketua Paguyuban Becak Motor DIY, Parmin, menyatakan saat ini terdapat sekitar 900 bentor yang beroperasi di kawasan Malioboro. Namun, baru sekitar 50 hingga 80 unit yang telah beralih menjadi becak listrik. “Bentor di sepanjang Malioboro ada 900 kurang lebihnya. (Yang sudah becak listrik) baru sedikit, baru sekitar 80 atau 50. Sudah dipakai tapi banyak yang rusak,” kata Parmin kepada wartawan di lokasi aksi.

Selain meminta bantuan becak listrik, para sopir bentor juga mengeluhkan dampak penerapan Car Free Day (CFD) setiap Sabtu dan Minggu pukul 05.00-09.00 WIB. Mereka menilai pembatasan lalu lintas tersebut mengurangi pendapatan. “Minggu itu tempat tamu-tamu banyak yang (naik) becak motor. Otomatis mengurangi ekonomi, bisa merugikan teman-teman becak motor,” ujarnya.

Harapan dan Permintaan Transisi

Parmin berharap pemerintah segera memberikan bantuan becak listrik agar para pengemudi tetap dapat beroperasi ketika kebijakan full pedestrian diterapkan. “Iya. Selama teman-teman kami belum mendapat bantuan betrik (becak listrik) dari pemerintah ya kami tolong teman kami bisa mengais rezeki di sepanjang pedestrian. Jangan terus asal menutup,” katanya.

Ia menegaskan paguyuban tidak menolak kebijakan full pedestrian, tetapi meminta proses transisi dilakukan setelah para pengemudi memperoleh becak listrik. “Kami juga mendukung kebijakan full pedestrian karena demi ketercapaian pemerintah. Tapi jangan kami dikorbankan,” ujarnya.

Respon Dishub DIY

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan aspirasi para sopir bentor akan diteruskan kepada Pemerintah Kota Yogyakarta. “Itu memang mengharapkan bahwa pada saat Car Free Day hari Sabtu dan Minggu itu, keinginannya kan, ada separuh jalan digunakan. Nah, ini akan saya komunikasikan dengan Pemerintah Kota,” kata Erni di hadapan massa aksi.

Erni menegaskan Dishub DIY hanya bertugas melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, ia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut. “Tetapi kalau aspirasi dari Bapak-Bapak bahwa saat ini Bapak-Bapak menghendaki ada separuh jalan digunakan, kami akan komunikasikan. Saat ini kami memang ada aktivitas di Kota, bertemu dengan pimpinan kami, ada Ibu Sekda dan Pak Gubernur tentunya, kami akan sampaikan aspirasi Bapak-Bapak supaya ada kebijakan yang berpihak kepada kebutuhan Bapak-Bapak di lapangan,” pungkasnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *