Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Melonguane, Sulawesi Utara: Tidak Berpotensi Tsunami
Suara Pecari | Gempa Magnitudo 3,8 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara LPP RRI pada Rabu, 10 Juni 2026, tepat pukul 18:46 WIB. Guncangan dirasakan oleh sebagian warga di Kabupaten Kepulauan Talaud, khususnya di sekitar Melonguane. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa berada di koordinat 5.43 Lintang Utara dan 125.61 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di laut, sekitar 198 kilometer barat laut Melonguane. Meskipun kekuatannya relatif kecil, getaran masih terasa oleh masyarakat setempat. Informasi awal ini bersifat cepat dan dapat berubah seiring dengan analisis lebih lanjut oleh BMKG.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat Gempa Magnitudo 3,8 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara LPP RRI. Pihak berwenang setempat masih melakukan pemantauan dan mengumpulkan data dari lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.
Gempa Magnitudo 3,8 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara LPP RRI merupakan pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan rawan gempa. Wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kepulauan Talaud, sering mengalami aktivitas seismik karena berada di pertemuan lempeng tektonik. BMKG terus memantau perkembangan dan akan memberikan informasi terkini jika ada perubahan signifikan.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu waspada dan memahami prosedur evakuasi saat gempa terjadi. Meskipun gempa kali ini tidak menimbulkan dampak besar, kesiapsiagaan tetap penting. Pemerintah daerah bersama BMKG terus mengedukasi warga tentang mitigasi bencana.
Sebagai kesimpulan, Gempa Magnitudo 3,8 Getarkan Melonguane Sulawesi Utara LPP RRI tidak menimbulkan kerusakan berarti dan tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi. Informasi resmi dari BMKG menjadi acuan utama untuk menghindari hoaks.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










