BSN Targetkan Produk Ber-SNI Capai 20 Persen pada 2029: Strategi Perkuat Daya Saing Industri Nasional
Suara Pecari | Jakarta – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menetapkan target ambisius untuk meningkatkan jumlah produk berstandar nasional Indonesia (SNI) guna memperkuat daya saing industri nasional. Target ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, di mana BSN mendapat peran strategis dalam mendukung hilirisasi industri, pemerataan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan penguatan daya saing produk nasional.
Target Produk Ber-SNI 2025-2029
Pelaksana Tugas Kepala BSN, Donny Purnomo Januardhi Effyandono, mengungkapkan bahwa dalam RPJMN 2025-2029, BSN ditugaskan meningkatkan persentase produk ber-SNI dari 10 persen pada 2025 menjadi 20 persen pada 2029. Selain itu, persentase produk ekspor Indonesia yang telah menerapkan SNI juga ditargetkan meningkat dari 3,3 persen pada 2025 menjadi 4,6 persen pada 2029.
| Indikator | 2025 (Baseline) | 2027 (RKP) | 2029 (RPJMN) |
|---|---|---|---|
| Produk Ber-SNI | 10% | 18,8% → 19% | 20% |
| Produk Ekspor Ber-SNI | 3,3% | 3,7% → 4% | 4,6% |
Donny menjelaskan bahwa peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global. “BSN diamanahkan untuk meningkatkan persentase produk ber-SNI. Dari baseline tahun 2025 sebesar 10 persen menjadi 20 persen pada tahun 2029,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Fokus Program BSN Tahun 2027
Pada tahun anggaran 2027, BSN memfokuskan program pada empat pilar utama: pengembangan standar, penerapan standar, akreditasi, dan penguatan SNI. Program-program ini diarahkan untuk mendukung agenda nasional seperti hilirisasi, swasembada pangan, kemandirian energi, serta pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru.
- Pengembangan Standar: Mencakup sektor strategis seperti agro, kimia, kesehatan, penilaian kesesuaian, mekanika, energi, infrastruktur, dan teknologi informasi.
- Penerapan Standar: Mendorong industri untuk mengadopsi SNI dalam proses produksi dan produk akhir.
- Akreditasi: Memperkuat sistem akreditasi laboratorium dan lembaga penilaian kesesuaian untuk memastikan kredibilitas SNI.
- Penguatan SNI: Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pelaku usaha terhadap standar nasional.
Menurut Donny, seluruh program tersebut mendukung target pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia.
Dampak dan Implikasi bagi Industri dan Masyarakat
Peningkatan jumlah produk ber-SNI diharapkan membawa dampak positif bagi berbagai pihak:
Bagi Industri
- Meningkatkan daya saing produk di pasar domestik dan internasional.
- Mempermudah akses ke pasar global melalui pengakuan standar internasional.
- Mendorong efisiensi dan inovasi dalam proses produksi.
Bagi Masyarakat
- Memberikan jaminan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi.
- Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
- Mendukung terciptanya lapangan kerja melalui pertumbuhan industri yang berstandar.
Bagi Pemerintah
- Memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.
- Mendukung pencapaian target pembangunan nasional, termasuk pengurangan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.
- Meningkatkan efektivitas kebijakan hilirisasi dan industrialisasi.
Kronologi Perkembangan Target SNI
Perjalanan target SNI tidak lepas dari dinamika kebijakan nasional. Berikut kronologi singkatnya:
- 2024: BSN mulai menyusun peta jalan peningkatan SNI sejalan dengan RPJMN 2025-2029.
- 2025: Baseline produk ber-SNI ditetapkan sebesar 10%.
- 2026: Rapat dengan Komisi VII DPR RI mengonfirmasi target 2029 dan RKP 2027.
- 2027: Target produk ber-SNI 19% dan produk ekspor ber-SNI 4% sesuai RKP.
- 2029: Target akhir produk ber-SNI 20% dan produk ekspor ber-SNI 4,6%.
Penutup
Dengan target yang jelas dan program yang terstruktur, BSN optimistis dapat mendorong adopsi SNI secara masif di kalangan industri. Langkah ini bukan sekadar memenuhi angka, melainkan upaya fundamental untuk mentransformasi ekosistem industri Indonesia agar lebih kompetitif dan berdaya saing global. Keberhasilan target ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian ekonomi dan pengakuan internasional terhadap kualitas produk nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












