Menhan RI Pimpin Pertemuan Bahas Pengembangan Mineral Strategis LPP RRI untuk Perkuat Industri Pertahanan
Suara Pecari | Jakarta – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memimpin pertemuan bersama Badan Industri Mineral (BIM) guna membahas perkembangan rencana eksplorasi dan hilirisasi Logam Tanah Jarang (LTJ) serta mineral strategis lainnya. Pertemuan yang digelar di Kantor BP BUMN, Jakarta, Kamis (4/6/2026) ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mendukung industri pertahanan nasional melalui pemanfaatan sumber daya mineral dalam negeri.
Dalam pertemuan tersebut, Menhan RI Pimpin Pertemuan Bahas Pengembangan Mineral Strategis LPP RRI sebagai agenda utama yang menyoroti pentingnya mineral strategis bagi ketahanan negara. Logam Tanah Jarang (LTJ) dikenal sebagai bahan baku vital dalam produksi komponen elektronik, magnet permanen, hingga sistem persenjataan modern. Dengan mengoptimalkan potensi LTJ yang dimiliki Indonesia, diharapkan ketergantungan pada impor dapat dikurangi dan kemandirian industri pertahanan semakin terwujud.
Pembahasan tidak hanya berfokus pada eksplorasi, tetapi juga hilirisasi. Hilirisasi mineral strategis bertujuan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, sehingga tidak hanya bahan mentah yang diekspor, melainkan produk setengah jadi atau jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Menhan RI Pimpin Pertemuan Bahas Pengembangan Mineral Strategis LPP RRI juga menekankan perlunya sinergi antara kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, TNI, dan Badan Intelijen Negara, yang bersama-sama duduk dalam Dewan Pengarah BIM sesuai Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2025.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan Badan Industri Mineral yang diresmikan melalui Perpres tersebut. BIM memiliki tugas mengoordinasikan kebijakan pengelolaan mineral strategis nasional, termasuk LTJ. Dengan adanya koordinasi lintas sektor, diharapkan pengembangan mineral strategis berjalan efektif dan efisien, serta mampu mendukung kebutuhan sektor pertahanan secara berkelanjutan.
Selain itu, Menhan RI Pimpin Pertemuan Bahas Pengembangan Mineral Strategis LPP RRI juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta dalam rantai pasok mineral strategis. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek eksplorasi dan hilirisasi, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pemain utama di pasar global, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa pengelolaan mineral strategis merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan negara secara menyeluruh. “Kemandirian industri pertahanan tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan bahan baku strategis. Oleh karena itu, kita harus serius mengelola sumber daya mineral ini,” ujarnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran BIM, perwakilan Kementerian ESDM, TNI, dan BIN. Mereka membahas peta jalan pengembangan LTJ, termasuk potensi cadangan di beberapa wilayah Indonesia, teknologi pengolahan, serta skema pendanaan. Hasil pertemuan akan menjadi dasar bagi langkah selanjutnya dalam merealisasikan program prioritas nasional di bidang mineral strategis.
Dengan adanya komitmen kuat dari berbagai pihak, pengembangan mineral strategis di Indonesia diyakini dapat berjalan sesuai target. Menhan RI Pimpin Pertemuan Bahas Pengembangan Mineral Strategis LPP RRI menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa, khususnya di sektor pertahanan dan industri berteknologi tinggi.
Kesimpulannya, pertemuan yang dipimpin oleh Menhan RI ini merupakan langkah strategis dalam mengelola mineral strategis nasional. Melalui koordinasi lintas sektor dan fokus pada hilirisasi, Indonesia berpotensi menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global Logam Tanah Jarang, sekaligus memperkuat ketahanan industri pertahanan dalam negeri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












