Bak Firasat, Korban Kecelakaan Maut di Anambas Tinggalkan Baju untuk Ibunya Saat Pulang ke Karas

Bak Firasat, Korban Kecelakaan Maut di Anambas Tinggalkan Baju untuk Ibunya Saat Pulang ke Karas

Suara Pecari | Bak firasat, korban kecelakaan maut di Anambas tinggalkan baju untuk ibunya saat pulang ke Karas. Peristiwa tragis yang merenggut nyawa Amri (46) ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang anak Yanto yang mengungkapkan momen mengharukan sebelum kepergian ayahnya.

Kecelakaan maut terjadi di Jalan MH Thamrin, Desa Tarempa Barat Daya, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Minggu (14/6/2026) malam. Amri menjadi korban dalam insiden tersebut dan menghembuskan nafas terakhir di RSUD Tarempa. Kejadian ini sontak mengguncang warga setempat, apalagi setelah terungkap bahwa almarhum sempat menunjukkan firasat aneh beberapa waktu sebelumnya.

Menurut kesaksian Yanto, sekitar dua bulan lalu saat Lebaran Idulfitri, Amri pulang kampung sendirian ke Pulau Karas, Kecamatan Galang, Kota Batam. Di sana, ia berkumpul dengan saudara-saudaranya dan sang ibu. Namun, ada satu hal yang tidak biasa dilakukan almarhum: ia meninggalkan beberapa helai pakaian miliknya untuk disimpan ibunya. “Biasanya tidak pernah seperti itu, mungkin sudah ada firasat,” ujar Yanto dengan mata berkaca-kaca.

Bak firasat, korban kecelakaan maut di Anambas tinggalkan baju untuk ibunya saat pulang ke Karas, seolah menjadi pertanda bahwa ia akan segera pergi untuk selamanya. Amri dikenal sebagai sosok ayah yang penyayang, pekerja keras, dan jarang marah kepada anak-anaknya. Kepergiannya meninggalkan luka yang sulit terobati bagi keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, kecelakaan maut juga terjadi di tempat lain pada hari yang sama. Di Jalan Banda Aceh–Medan, Gampong Dayah Caleue, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, sebuah bus JRG menabrak dua sepeda motor hingga menyebabkan empat orang tewas. Korban tersebut adalah pengendara dan penumpang Honda Scoopy serta Honda Beat yang masuk ke kolong bus. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Namun, fokus utama berita ini adalah kisah Amri yang penuh firasat. Bak firasat, korban kecelakaan maut di Anambas tinggalkan baju untuk ibunya saat pulang ke Karas, menjadi pengingat bahwa terkadang alam bawah sadar seseorang bisa merasakan bahaya yang akan datang. Keluarga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua untuk lebih berhati-hati di jalan dan menghargai setiap momen bersama orang tercinta.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Amri telah dimakamkan di Tarempa dengan suasana haru. Polisi setempat masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan maut di Anambas tersebut. Sementara itu, masyarakat sekitar turut berduka dan mendoakan agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan