Tim SAR Tidak Menemukan Sekoci di KM Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Tim SAR Tidak Menemukan Sekoci di KM Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

Suara Pecari, Sumenep – Tim SAR belum menemukan sekoci atau perahu penyelamat di kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Kebakaran terjadi pada Minggu, 3 Agustus 2026, pada kapal yang melayani rute Surabaya-Makassar tersebut.

Proses Evakuasi dan Pencarian Sekoci

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan, selama operasi evakuasi, tim SAR melakukan pencarian di seluruh sisi luar kapal namun tidak menemukan adanya sekoci atau kapal karet penyelamat. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan alat penyelamat yang seharusnya tersedia di kapal tersebut.

“Sementara tidak (melihat sekoci atau kapal karet),” ujar Syafii di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Senin, 3 Agustus 2026.

Kondisi di Lokasi Kebakaran

Pihak SAR belum dapat melakukan penyelidikan ke dalam kapal karena kepulan asap yang masih sangat tebal. Menurut Syafii, tim SAR akan masuk ke dalam kapal hanya setelah api benar-benar padam dan kondisi suhu aman untuk dilakukan evakuasi atau penyelidikan lebih lanjut.

“Kita masih belum bisa masuk karena memang asap masih tinggi dan sesuai ketentuan memang kita akan masuk di kapal apabila kondisi api sudah dinyatakan 100 persen tidak ada kemudian panas juga sudah dinyatakan aman untuk dimasuki,” jelas Syafii.

Konteks dan Pentingnya Alat Penyelamat di Kapal

Kebakaran pada kapal penumpang seperti KM Mutiara Sentosa 2 menimbulkan risiko besar bagi keselamatan penumpang dan awak kapal. Sekoci merupakan alat penyelamat penting yang harus tersedia dan mudah diakses untuk evakuasi darurat. Ketiadaan sekoci dalam insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk memastikan standar keselamatan kapal terpenuhi dan dicek secara rutin.

Dampak dan Perkembangan Selanjutnya

Basarnas dan tim SAR masih melakukan upaya pemadaman api serta pencarian korban yang mungkin terdampak. Pemeriksaan kondisi kapal akan dilakukan setelah asap mereda untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran dan memastikan keselamatan semua pihak terkait.

Pihak berwenang juga akan mengevaluasi prosedur keselamatan dan kesiapan alat penyelamat di kapal penumpang guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *