Kebakaran Hebat Landa Kasepuhan Ciptamulya, 51 Rumah dan 49 Leuit Ludes Terbakar

Kebakaran Hebat Landa Kasepuhan Ciptamulya, 51 Rumah dan 49 Leuit Ludes Terbakar

Suara Pecari, Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kebakaran hebat terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, menghanguskan puluhan rumah dan fasilitas adat. Insiden ini diduga dipicu oleh korsleting listrik di kamar mandi yang dengan cepat merambat ke permukiman padat.

Ketua Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah E. Suhendri Wijaya atau akrab disapa Abah Hendrik, mengonfirmasi bahwa sebanyak 51 rumah dan 49 leuit (lumbung padi) hangus terbakar. “Banyaknya yang terbakar itu 51 rumah dan 49 leuit. Tidak semua rumah, ada beberapa rumah keluarga yang tidak terbakar,” ungkapnya dalam program Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan di tvOne, Minggu, 26 Juli 2026. Api juga melalap Imah Gede (rumah adat), musala, gedung PAUD, serta fasilitas lumbung dan penumbuk padi tradisional.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, menyatakan kebakaran berdampak pada 159 jiwa dari 51 kepala keluarga. Sebanyak 132 orang mengungsi ke rumah kerabat, sementara 27 jiwa lainnya bertahan di tenda lapangan yang didirikan di area Kasepuhan Ciptamulya. “Api telah berhasil dipadamkan. Tim gabungan kini melakukan pembersihan puing-puing sisa kebakaran,” jelas Abdul Muhari di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera mengaktifkan Posko Tanggap Darurat Bencana, mendirikan dapur lapangan, tenda pengungsian, posko logistik, dan pos kesehatan untuk melayani para korban. Proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sulit, namun petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menguasai api.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Atalia Praratya, turut menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram @ataliapr. Ia teringat bencana longsor yang melanda wilayah yang sama dua tahun lalu. “Turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Kampung Adat Cipta Mulya, Cisolok, Sukabumi,” tulis Atalia.

Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat adat yang sangat bergantung pada lumbung padi sebagai cadangan pangan. Leuit yang terbakar merupakan simbol ketahanan pangan dan budaya Kasepuhan Ciptamulya. Warga berharap bantuan segera mengalir untuk memulihkan kehidupan mereka.

Dengan cepatnya respons dari BNPB dan pemerintah daerah, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lancar. Kepedulian dari berbagai pihak, termasuk tokoh nasional, menjadi secercah harapan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kasepuhan Ciptamulya kini membutuhkan dukungan material dan spiritual untuk bangkit kembali dari musibah ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *