Belajar Menjahit di Nusakambangan, Ridwan Kini Siap Menata Hidup Baru
Suara Pecari, Nusakambangan – Muhammad Ridwan (29) kini menjadi instruktur menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Padahal, setahun lalu ia tidak bisa menjahit sama sekali. Perjalanan Ridwan menunjukkan bagaimana pembinaan di lembaga pemasyarakatan bisa mengubah hidup.
Ridwan dipindahkan ke Nusakambangan pada Agustus 2025 untuk mengikuti program pembinaan keterampilan. Ia memilih konveksi sebagai bekal setelah bebas. Kini, ia tidak hanya menjahit, tapi juga mengajari warga binaan lain.
Belajar dari Nol
Ridwan mengaku memulai dari nol. “Enggak bisa sama sekali (menggunakan mesin jahit). Belajar dari nol, benar-benar nol, enggak tahu, enggak paham sama sekali,” katanya. Ia bergabung dengan konveksi sejak Oktober 2025, hari pertama pembukaan. Proses belajar menuntut kesabaran dan ketelitian karena setiap jahitan harus presisi.
Kesabaran itu membuahkan hasil. Kini Ridwan dipercaya menjadi instruktur yang mendampingi dua warga binaan baru setiap hari. Secara keseluruhan, sekitar 100 warga binaan mengikuti pelatihan konveksi di BLK tersebut. Ridwan juga membantu memperbaiki mesin jahit jika rusak.
Produksi dan Penghasilan
BLK Konveksi beroperasi Senin hingga Sabtu, pukul 09.00–16.00 WIB. Setiap lini produksi mampu menghasilkan 150–200 potong pakaian per hari, terutama seragam lapas yang didistribusikan ke berbagai lembaga pemasyarakatan di Jawa Tengah.
Ridwan menerima premi borongan Rp1.500 per potong yang dibagi kepada anggota tim. Sebagian ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sisanya ditabung untuk bekal setelah bebas. “Buat celengan lah, buat kita bekal pulang, ongkos atau buat jajan di sini,” ujarnya.
Harapan Baru
Meski belum berencana membuka usaha sendiri, Ridwan berharap keterampilan ini menjadi pintu masuk kehidupan baru. “Sementara mau ikut-ikut dulu ke usaha-usaha kecil rumahan atau PT,” katanya. Baginya, mesin jahit bukan sekadar alat, melainkan kesempatan untuk belajar, berbagi, dan menyusun harapan kembali ke masyarakat sebagai seorang penjahit yang memiliki keterampilan dan pekerjaan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










