Bikin Konten Seolah Jadi Korban Begal hingga Jari Tangan Putus, Bayu Jadi Berurusan dengan Polisi
Suara Pecari, Pekalongan – Seorang remaja berinisial Bayu Wibowo (17) dari Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, mengaku merekayasa sebuah video yang memperlihatkan dirinya seolah menjadi korban pembegalan bersenjata tajam hingga jari tangan putus. Video berdurasi sekitar satu menit itu sempat viral dan menimbulkan keresahan di masyarakat setempat.
Bayu mengakui bahwa video tersebut dibuat hanya untuk konten di media sosial dengan tujuan agar terlihat keren dan berani. Dalam video tersebut, potongan jari yang nampak putus sebenarnya adalah potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari manusia, sementara cairan yang mirip darah adalah tinta. Bayu menyadari tindakannya salah dan mengaku khilaf karena tidak menyangka video itu akan viral dan menimbulkan keresahan publik.
Penyelidikan Polisi dan Konfirmasi Rekayasa
Polres Pekalongan segera melakukan penyelidikan setelah video viral tersebut tersebar di media sosial. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan di lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara, tidak ditemukan adanya aksi pembegalan seperti yang diklaim dalam video.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan dalam pembuatan video, termasuk sebilah samurai, potongan wortel yang menyerupai jari manusia, jaket dengan sobekan yang dibuat menyerupai luka akibat sabetan senjata tajam, serta tinta hijau sebagai properti pendukung. Bayu mengaku melakukan rekayasa tersebut secara mandiri tanpa pengaruh pihak lain.
Motif Pembuatan Konten
Menurut pengakuan Bayu, video dibuat agar dirinya dianggap berani dan keren oleh teman-temannya. Video tersebut pertama kali diunggah melalui status WhatsApp pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026, dan meskipun hanya tayang sekitar lima menit sebelum dihapus, video tersebut sudah sempat dilihat oleh banyak orang dan kemudian menyebar luas hingga viral pada hari Minggu, 2 Agustus 2026.
Kasus ini menjadi peringatan penting mengenai dampak negatif dari konten yang tidak bertanggung jawab di media sosial, yang dapat menimbulkan keresahan dan memicu penyebaran informasi palsu di masyarakat. Pihak kepolisian menegaskan pentingnya masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi serta mengedepankan verifikasi fakta.
Video rekayasa yang menampilkan potongan wortel sebagai jari putus tersebut menunjukkan betapa kreatifnya konten yang dapat dibuat, namun sekaligus berisiko jika digunakan untuk menipu dan menimbulkan keresahan. Peristiwa ini juga menggambarkan perlunya edukasi kepada generasi muda tentang dampak negatif penyebaran hoaks dan konten palsu di dunia digital.
Bayu kini tengah menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat terutama para pengguna media sosial agar lebih bijak dalam membuat dan menyebarkan konten.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








