Kasat Lantas Polresta Palangka Raya Diduga Diserang Polisi Saat Razia Balap Liar, Propam Lakukan Penyelidikan
Suara Pecari, Palangka Raya – Kasat Lantas Polresta Palangka Raya, Kompol Hermanto, diduga diserang oleh sesama anggota polisi saat melakukan penertiban aksi balap liar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Saat ini, oknum yang diduga sebagai pelaku sedang diperiksa oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kalteng.
Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Budi Rachmat, menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan hasil kesalahpahaman dalam dinamika penindakan lalu lintas di lapangan. Ia menegaskan bahwa penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggota Polri sendiri dan keluarganya, demi menjaga ketertiban umum.
Upaya Penertiban Balap Liar di Berbagai Daerah
Kasus di Palangka Raya menjadi bagian dari serangkaian upaya kepolisian di Indonesia dalam menindak aksi balap liar yang sangat meresahkan masyarakat. Sebagai contoh, Tim Patroli Gabungan Brimob Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur berhasil mengamankan lima pemuda yang diduga akan melakukan balap liar di Jalan Pondok Kelapa Raya, Jakarta Timur. Dalam operasi tersebut, dua sepeda motor tanpa surat-surat kendaraan yang sah dan lima unit handphone diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, Polres Muaro Jambi menggelar razia knalpot bising dan berhasil mengamankan 72 kendaraan sebagai upaya mencegah aksi geng motor dan balap liar. Razia ini juga menargetkan kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis serta yang menggunakan knalpot bising yang mengganggu ketertiban masyarakat.
Penanganan dan Klarifikasi Kasus di Kendari
Di Kendari, Sulawesi Tenggara, viral sebuah video yang memperlihatkan seorang polisi lalu lintas menendang pengendara motor saat membubarkan balap liar. Kasat Lantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, membenarkan insiden tersebut terjadi saat pembubaran balap liar yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Namun, Polresta Kendari kemudian meluruskan bahwa pengendara motor tersebut jatuh bukan karena tendangan polisi, melainkan setelah menabrak warga sekitar saat mencoba melarikan diri.
Peristiwa di Kendari bermula dari laporan warga yang mengeluhkan aktivitas balap liar yang menutup akses jalan dan membahayakan keselamatan umum. Petugas kepolisian mendatangi lokasi dan menemukan kelompok pemuda melakukan balapan liar yang mengganggu ketertiban. Saat petugas membubarkan, salah satu pengendara melakukan perlawanan sehingga terjadi kecelakaan.
Upaya Kepolisian untuk Menjaga Keamanan dan Ketertiban
Kepolisian di berbagai daerah terus meningkatkan patroli dan penindakan untuk mencegah balap liar serta tindakan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Imbauan disampaikan kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar mengawasi anak-anak dan remaja agar tidak terlibat dalam aktivitas berisiko seperti balap liar.
Selain menjaga ketertiban lalu lintas, razia dan penindakan juga dilakukan untuk menekan potensi kriminalitas jalanan serta mengurangi gangguan kebisingan akibat knalpot brong. Polisi menegaskan bahwa penindakan berlaku secara adil tanpa pengecualian untuk memastikan keselamatan dan ketertiban umum.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam beraktifitas, serta mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan yang disebabkan oleh balap liar dan perilaku berkendara yang tidak bertanggung jawab.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










