Dampak Gempa Bantul, 20 Kereta Api Sempat Berhenti di Klaten dan Yogyakarta

Dampak Gempa Bantul, 20 Kereta Api Sempat Berhenti di Klaten dan Yogyakarta

Suara Pecari, Yogyakarta – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 3,5 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 17.20 WIB. Getaran gempa ini dirasakan hingga beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Klaten, Solo, dan Magelang, menyebabkan 20 perjalanan kereta api di Daerah Operasi 6 Yogyakarta sempat berhenti sementara untuk pemeriksaan keselamatan.

Gempa tersebut terjadi akibat aktivitas Sesar Opak, sesar aktif yang juga menjadi sumber gempa besar di Yogyakarta pada tahun 2006. Episenter gempa berada di darat sekitar 11 kilometer timur laut Bantul dengan kedalaman 21 kilometer. Getaran paling kuat dirasakan di Bantul dan Kota Yogyakarta dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), yang terasa seperti dilalui truk bermuatan. Di wilayah lain seperti Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo, dan Magelang, getaran dirasakan dengan intensitas II MMI, dimana beberapa orang merasakan getaran dan benda-benda ringan bergoyang.

Penghentian Sementara Kereta Api

Akibat gempa tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara 20 perjalanan kereta api. Penangguhan operasi berlangsung antara 10 hingga 25 menit di berbagai lokasi, termasuk di wilayah Klaten dan Prambanan.

Tim lapangan KAI melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, prasarana pendukung, serta kondisi rangkaian kereta untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan penumpang. Setelah semua jalur dinyatakan aman pada pukul 17.42 WIB, seluruh kereta api melanjutkan perjalanan seperti biasa.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang dan berterima kasih atas kesabaran mereka selama penghentian sementara tersebut. Pemeriksaan ini merupakan langkah wajib pasca gempa untuk menjaga keselamatan perjalanan.

Data Kereta Api yang Sempat Berhenti

Berikut beberapa kereta api yang mengalami penghentian luar biasa pasca gempa di Daop 6 Yogyakarta:

  • KA 251b Jayakarta (19 menit)
  • KA 707 Commuterline Palur-Yogyakarta (24 menit)
  • KA 2751f Cilace Trans (24 menit)
  • KA 575a BIAS (12 menit)
  • KA 151 Brantas (10 menit)
  • KA 247c Logawa (17 menit)
  • KA 557 Bandara YIA (25 menit)
  • KA 107b Senja Utama Yk (15 menit)
  • KA 2605 Cilawalu Service (19 menit)
  • KA 70 Malabar (11 menit)

Kondisi Pasca Gempa

BMKG melalui Stasiun Geofisika Sleman menyatakan hingga pukul 17.39 WIB tidak ditemukan aktivitas gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama. Selain itu, belum ada laporan kerusakan bangunan atau infrastruktur yang terdampak akibat gempa tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada, serta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal untuk memastikan keamanan sebelum kembali ke dalam rumah. BMKG juga mengingatkan agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Gempa ini mengingatkan pentingnya kesadaran terhadap potensi risiko dari Sesar Opak, sesar aktif yang rutin melepaskan gempa-gempa kecil di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Penanganan cepat dan prosedur keselamatan yang diterapkan oleh KAI menjadi contoh penting dalam menjaga keselamatan publik saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *